Arsiteknya tak lain ayah Dian sendiri, Djamaloedin Sindon. Sedangkan Dian bersama sang bunda, Hernani Mansyur, berperan sebagai penata desain interior yang banyak menentukan perabot rumah.
"Rumah ini istilahnya rumah bersama. Desainnya kolaborasi antara ayah, ibu, dan aku. Ayah lebih mengurusi desain, aku bantu ibu cari interior," kata Dian ketika ditemui di rumahnya, Selasa (29/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua sudut yang murni didesain sendiri oleh wanita berusia 22 tahun ini adalah ruang kerja dan kamar tidur yang terletak bersebelahan di lantai dua.
Desain kamar Dian cukup unik karena memakai teknik split level dua lantai. Di atas ruang tempat tidur ada satu area bebas yang hanya dipasangi karpet. Rencananya, sebagai ruang baca.
Lalu, ada tangga lagi menuju ruang koleksi pakaian hingga sepatu. Tidak ditempatkan pada lemari besar, melainkan semacam partisi yang menempel pada dinding, sehingga memberi kesan lega.
"Kalau kamar pribadi, aku sama suami yang maunya seperti itu. Jadi, ada tempat nonton TV, tempat baca, sama simpan koleksi jadi satu. Karena kamar itu sebenarnya enggak begitu luas, jadi triknya dibuatin Ayah begitu," ujarnya.

Satu lagi yang menjadi 'wilayah kekuasaan' istri Tito Prasetyo ini, yaitu ruang kerja. Berada di area terbuka dan berhadapan langsung dengan pemandangan kolam renang di bawahnya, interior dibuat lebih berwarna.
Ada penempatan kursi besar berwarna pink mencolok, juga beberapa foto dan desain baju. Tepat di sebelahnya terdapat ruang produksi dimana staf penjahit mengerjakan tugas.
"Kalau ruang kerja memang aku ingin lebih sesuai sama maunya aku karena kan aku butuh inspirasi mendesain. Jadi, harus maunya aku deh. Aku suka semua warna, terutama pink. Kursi besar itu aku dapatnya di dekat Kemang sini. Pas lihat sudah suka dan langsung beli," kata Dian.
(utw/utw)










































