Wanita yang bernama lengkap Sari Sabda Bhakti Madjid ini mengatakan perannya sangat sulit sekali. "Dari 94 halaman naskah, 85 halaman saya yang ngomong semuanya. Ha..ha..ha," katanya kepada detikHOT Kamis (24/10/2013) lalu.
Tak hanya itu saja, untuk mendalami perannya Sari mengetahui karakter dan merisetnya terlebih dahulu. "Karena setiap hari saya harus keluar karakter dan masuk karakter lagi."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu dibilangnya saya belum cukup umur, jadi yah sutradara melihat momen yang tepat," katanya.
Di usianya yang menginjak 51 tahun tetap saja ia merasa kewalahan. Pasalnya, semua skenario tak hanya harus dihapal, melainkan juga memahami dan mengeluarkan karakter yang diinginkan sutradara.
"Saya juga banyak menyanyikan dialog, bukan lagu. Tapi dialog yang dinyanyikan. Saya juga harus tahu blocking panggungnya," kata anggota Komisi Teater Dewan Kesenian Jakarta periode 2006-2009 dan 2009-2012 ini.
Di lakon yang dipentaskan selama 17 hari ini, Sari punya tips agar suaranya tak hilang dan tetap segar bugar. "Salah satunya yah minum kencur, dan jeruk nipis."
Menurutnya, jika seorang penyanyi mengontrol kualitas suaranya mudah, tapi berbeda dalam seni teater. Seorang pemain tak hanya menjaga suara, tapi juga emosional yang terkadang menghabiskan vitalitas.
"Dan itu memang tugasnya pemain, kalau sakit gimana bisa bermain," katanya.

(utw/utw)











































