Β
Tahun 1975, ia belajar di Akademi Seni Jakarta atau kini kita kenal sebagai Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Lena juga pernah mendapat pelatihan pantomim dari Milan Sladek di Jerman.
Β
Sempat berprofesi sebagai direktur untuk teater dan televisi, seniman dan jusnalis lepas, Lena melanjutkan hobinya berkesenian saat tinggal di Jerman bersama suaminya.
Β
"Tapi saya di keluarga memang diharuskan bisa bicara dalam bahasa Batak juga. Alasannya agar tetap bisa berkomunikasi dengan nenek kami," kata perempuan kelahiran Bandung, 55 tahun lalu ini.Β
Β
Hal itu juga yang diwariskannya pada cucu-cucu dari dua anak perempuannya. "Saya bilang pada cucu saya meski mereka keturunan Jerman harus bisa bicara Indonesia juga," kata Lena yang sayangnya merasa kemampuan bahasa Bataknya sudah mulai berkurang.
Β
"Ibarat kata, bahasa Batak saya sudah berpasir-pasir," kata Lena sembari tertawa.
Β
Kedekatan Lena dengan budaya Timur ternyata juga masih menurun ke salah satu putrinya yang kini sudah punya anak lima. "Memang agak tak lazim untuk di Jerman, tapi dia bilang memang kenapa? Ini hal biasa di Indonesia," kata Lena tertawa.
Β
"Saya merasa beruntung bisa hidup dua dunia, Barat dan Timur, sehingga bisa mengambil yang terbaik dari keduanya," katanya kepada detikHOT.
Β
Misalnya saja saat bicara soal air dan perempuan, Lena yang sudah banyak melihat persoalan perempuan, lingkungan dan air di dunia Barat, mencoba agar persoalan yang ada di tanah air tidak sampai mengalami krisis.
Β
"Maksud saya, mumpung kita masih punya sumber alam yang baik, mari dijaga bersama. Jangan sampai rusak," kata Lena yang karya lukisnya juga sudah beberapa kali dipamerkan.
Β
Meski akrab dengan dunia seni, Lena sendiri merasa lebih akrab dengan karyanya di bidang pemberdayaan perempuan terpinggirkan.
Β
Dia banyak bekerja dengan komunitas-komunitas perempuan akar rumput yang seringkali dibungkam suaranya. Misalnya, Lena pernah bekerja dengan ibu-ibu biasa yang jadi korban tsunami di Aceh. Lewat seni pertunjukan juga, Lena berhasil membangkitkan lagi semangat mereka.
Β
Lena juga sempat terlibat dalam Hotline Service Indonesia yang bergerak di bidang kepedulian akan pengidap HIV/AIDS. Bersama yayasan ini Lena berhasil memperkenalkan dunia teater dengan bahasa keseharian pada Pekerja Sosial Komersil (PSK) yang bekerja di sekitar pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
(utw/tia)











































