Di antaranya dalam upacara suku Batak, masyarakat Tolage Alfur Sulawesi Tengah, Cirebon Jawa Barat, dan Bali. Bagaimana dengan topeng yang ada di luar Indonesia?
Jepang adalah salah satu negara yang juga memiliki sejarah topeng sebagai identitas. Sebut saja topeng Noh yang dipakai dalam Teater Noh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
***

Di depan hall Japan Foundation Jakarta, seorang pria memakai kimono berwarna biru sedang memahat topeng yang masih berbahan kayu. Tangannya tampak terampil memahat dengan cungkilannya.
Topeng tersebut sudah berbentuk seperti 'Hannya' yaitu topeng wanita yang mencerminkan rasa cemburu. Ekspresi topeng kayu itu tampak marah, pipi dan dahinya mengerut ke atas, sorot matanya tajam.
"Tangan kanan memegang topeng, kirinya memahat bagian dalam satu per satu," kata Ogura Souei kepada pengunjung yang hadir Rabu lalu (16/10/2013).
Tak sampai di sana, dengan bahas Jepang yang diterjemahkan oleh staf Japan Foundation, Ogura kembali menjelaskan cara pembuatan topeng Noh.
Ya, ia adalah salah satu pembuat topeng Noh terkenal di Jepang yang datang ke Indonesia untuk memamerkan karyanya.
Pria yang tinggal di Umenosato, Tokyo itu kini berusia 85 tahun. Perjalanan membuat topeng sudah dilakoninya puluhan tahun sejak umur 35 tahun.
"Awalnya saya adalah pelukis lukisan Jepang tradisional dan lukisan minyak. Tapi karena sudah suka Noh, saya mulai belajar mencoba membuatnya," kata Ogura kepada detikHOT.

Perjalanan membuat topeng tersebut tak berhenti sampai di sana. Ia mulai belajar membuatnya dari seorang guru di Tokyo.
Teknik ini dipelajarinya ketika memahat patung-patung Buddha selama 1,5 tahun. "Lama-lama saya punya teknik sendiri."
***
Di Jepang, para pembuat topeng Noh hanya segelintir. Ogura merupakan salah satunya yang terkenal. Di keluarganya, ia adalah generasi pertama yang mulai melestarikan membuat topeng Noh.
Putranya, Ogura Soukou dan putrinya Ogura Sokei adalah generasi kedua yang mengikuti jejaknya. Hingga kini, ia sudah membuat 120 jenis topeng Noh dari 250 jenis yang ada.
"Membuat satu topeng saja hampir 3 bulan dari sketsa, memilih pohon sampai pewarnaan jadi. Yang penting adalah detilnya," kata Ogura.
Sepanjang membuat topeng Noh, Ogura yang memiliki galeri pribadi bernama Ume no Sato di rumahnya ini tak pernah lakukan kesalahan. Ia mengatakan sangat berhati-hati di setiap proses pembuatan.
"Kemampuan memahat ini saya pelajari pelan-pelan. Kalau mereka pemula yang buat kesalahan, biasanya memahatnya terlalu dalam, sampai bentuk hidungnya tembus ke luar," ujar Ogura.
Ogura sudah melakukan pameran karya-karyanya di Bandung bulan lalu. Kini, topeng Noh karya Ogura Soeui masih dipamerkan di Japan Foundation Jakarta hingga 17 Oktober mendatang. Ia khusus membawa 30 jenis topeng Noh buatannya. Mulai dari jenis 'Hannya' hingga 'Koomote hana'.
Jika Anda mengunjungi pameran pada pukul 2 siang, Ogura akan menunjukkan cara pembuatannya serta dengan ramah mengobrol tentang budaya topeng Noh.
(utw/utw)











































