Semalam, salah satu maestro lukis Indonesia Djokopekik membuka pameran tunggal 'Zaman Edan Kesurupan'. Pameran itu akan menampilkan sekitar 25 karya lukis tiga dekade dan tiga karya patung miliknya.
Selama satu pekan, mulai kemarin sampai dengan 17 Oktober 2013 di Galeri Nasional, Jakarta Pusat pecinta karya Djokopekik bisa berwisata mata dengan karya sang seniman.
Seniman asal Yogyakarta yang ikut menjadi panitia pameran, Ong Hari Wahyu mengatakan, pameran kali ini berbeda dari pameran sebelumnya yang digelar pada 1998 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, dalam pembukaan pameran, dimeriahkan oleh orasi budaya Goenawan Mohamad dan dipandu oleh Butet Kertaradjasa. Ada juga aksi Barongan Celeng dan tarian Grup Sahita.
"Nanti berkumpul juga teman-teman Pak Pekik alumni Sanggar Bumi Tarung yang juga pernah belajar di LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat) seperti Pak Amrus Natalsha dan Pak Misbach Thamrin. Jadi, seperti reuni," ujarnya saat konferensi pers.
Djokopekik terlihat antusias dengan pameran tunggalnya setelah cukup lama 'tertidur'. Apalagi, ketika tahu rekan-rekan sejawatnya datang memberi dukungan.
"Pak Amrus ini guru saya sejak di Sanggar Bumi Tarung. Misbach juga teman karib yang dulu kita sama-sama berjuang. Terima kasih luar biasa mereka bisa hadir," katanya.
(utw/utw)











































