"Sekarang ini mereka lebih banyak berpikiran instan dengan lakukan efisiensi yang pada akhirnya mengabaikan sebuah kreativitas," katanya kepada detikHOT.
Namun ia juga menjelaskan perkembangan industri sinetron masa kini juga tak bisa dibilang mundur. Pasalnya soundtrack film dan sinetron bisa menggunakan lagu yang telah menjadi hits (everlasting hits). Serta lagu yang dibuat khusus bagi filmnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
***
Aktris yang pernah bermain dalam film Elegi Buat Nana (1988), Desy Ratnasari mengatakan ingat proses dan alasannya dulu sempat dibuatkan lagu sinetron.
"Dulu memang khusus dibuat biar lebih dekat dengan penonton," ujarnya kepada detikHOT.
Desy pernah menyanyikan beberapa lagu sinetron, yang di dalamnya ia juga menjadi pemeran utama. Di antaranya lagu sinetron 'Takdir' berjudul 'Kasihku yang Hilang', 'Mengapa' untuk sinetron 'Melati', 'Cinta Tiada Akhir' dan 'Hidayah'.

Keempat sinetron tersebut menjadi hits pada masanya. "Apalagi 'Takdir', saat itu booming sekali. Lagu dan sinetronnya sama-sama hits banget. Itulah fungsi adanya lagu sinetron," kata lulusan Fakultas Psikologi Universitas Atmajaya tersebut.
***
Namun industri sinetron berkembang cepat. Semua produk menjadi serba cepat dan tenar pun bisa dengan mudahnya.
Hal ini berubah sejak adanya sinetron kejar tayang. Pola pikir kru dan industri pun berubah. Menurutnya juga ikut berubah dalam beberapa aspek.
Di antaranya pola kerja semua kru yang menjadi setiap hari, pemahaman karakter, alur cerita menjadi instan, dan setiap kru harus beradaptasi dengan bahan materi yang ada.
"Jika ada produk yang cepat, 'ngapain kita repot-repot buat lagu sinetron seperti dulu. Mungkin itu yang ada di pola pikiran industri sinetron sekarang," ujar Desy.
(utw/utw)











































