Β
Dari sekian banyak penyanyi yang ada di Indonesia, hanya sedikit yang berkesempatan menyanyi di hadapan presiden dan tamu negara penting. Nilai nominal pun menjadi tak berarti apa-apa.
Β
"Jangankan soal honor, dikasih kesempatan menyanyi di istana saja sudah luar biasa. Perasaan sangat beruntung dan bersyukur," kata Rafika di The Plaza, Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2013).
Β
Penyanyi yang kini tengah sibuk mengelola Radio Geronimo, Yogyakarta dan mendirikan perusahaan properti di Lombok ini beruntung karena tidak semua orang mendapat kesempatan seperti dirinya.
Β
Bisa bertatap muka langsung dengan pemimpin negara yang datang ke Indonesia, bersalaman, sampai foto bersama. Tak jarang, banyak orang iri dan kagum.
Β
"Saya bisa foto bareng Yasser Arafat atau presiden Amerika Serikat waktu itu George Bush, dan orang penting di dunia. Teman-teman saya banyak yang iri ingin foto bareng mereka. Ya, karena memang tidak semua orang punya kesempatan seperti saya," ujarnya.
Β
***

Perasaan serupa juga dialami penyanyi keroncong Sundari Soekotjo, 48 tahun. Dia tidak merasa sombong atau membanggakan diri, tapi lebih bersyukur.
Β
Momen yang paling membuat dirinya terharu adalah saat presiden memperkenalkannya di hadapan tamu negara sebagai penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu tradisional.
Β
"Saya merasa beruntung karena dari banyak sekali penyanyi, saya dipilih sebagai salah satu yang mendapat kesempatan nyanyi di istana," kata Sundari.
Β
"Waktu era Pak Gus Dur, beliau sering memanggil saya untuk dikenalkan ke tamu negara, katanya barangkali ada yang mau undang di negara mereka. Pak SBY juga sama, sering mengenalkan lagu-lagu Indonesia ke tamu negara," tambahnya.
(utw/utw)











































