Β
Sundari Soekotjo misalnya. Penyanyi berusia 48 tahun ini kaget bukan kepalang saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mau datang langsung ke studio hanya untuk melihat proses rekaman lagu yang dia ciptakan.
Β
"Jadi, Pak SBY waktu itu menciptakan lagu keroncong judulnya Gotong Royong Bangun Negara. Beliau kasih lagu itu untuk saya nyanyikan, kalau enggak salah tahun 2008. Saya disuruh rekaman sendiri cari pemusik, lalu hasilnya nanti mau dipamerkan di depan tamu negara," kata Sundari kepada DetikHOT, Rabu (2/10/2013).
Β
"Enggak berapa lama, staf presiden telepon katanya Pak SBY mau datang ke studio rekaman, tapi saya bilang enggak usah karena studio-nya sederhana sekali, enggak pantas-lah buat presiden. Maksudnya menghormati beliau. Eh, beliau malah tetap datang," lanjutnya.
Β
Setelah selesai, hasil rekaman berupa CD itu dikirim untuk didengarkan. Reaksinya lagi-lagi membuat Sundari terkejut. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta bicara langsung lewat telepon seluler.
Β
"Saya sempat deg-degan waktu staf-nya bilang beliau mau telepon. Di telepon beliau bilang 'Mbak Sundari saya sudah terima CD-nya terimakasih. Cengkok-nya sudah bagus, suara juga bagus. Cuma minta tolong musiknya dilambatkan sedikit'," ujarnya.
Β
Mengubah tempo jelas berpengaruh pada nada dan suara. Otomatis, wanita kelahiran Jakarta, 14 April 1965 ini harus melakukan rekaman ulang. Tapi, bukan itu yang jadi masalah melainkan waktu.

Β
Bayangkan, Sundari hanya punya waktu satu hari untuk melakukan rekaman ulang. Di waktu bersamaan, pemusik yang membantunya pun berada di luar kota.
Β
"Wah, sempat bingung juga. Sabtu itu kan studio tutup. Akhirnya dengan segala cara saya kumpulkan teman-teman. Pak SBY telepon hari Jum'at, besoknya rekaman ulang, lalu hari Minggu diambil staf presiden, lalu langsung di bawa ke Bali. Mungkin sudah benar temponya, saya enggak ditelepon lagi," katanya.
Β
Dari situ, dia punya penilaian bahwa Presiden Yudhoyono merupakan seorang pemimpin yang perhatian dan teliti. Terjadi kesalahan satu lirik saja pasti diketahui. "Makanya saya selalu latihan karena beliau itu tahu kalau saya lupa lirik. Orangnya benar-benar teliti," ujar Sundari.
Β
***
Kejadian serupa juga pernah dirasakan oleh penyanyi bernama Khaliza. Penyanyi berusia 28 tahun ini pernah 'disentil' lantaran salah melafalkan lirik lagu. Bahkan ia sempat dipanggil langsung oleh kepala negara.
Β
"Waktu itu acara keluarga kalau enggak salah di Cipanas. Bapak (SBY) memanggil saya mengoreksi bahwa liriknya salah. Saya minta maaf saja. Beliau memang sangat teliti dan tahu kalau kita lupa lirik," kata Khaliza kepada DetikHOT, Kamis (3/10/2013).
Β
Menurutnya, cara Presiden Yudhoyono menegur sangat sopan dan baik. Tidak pernah sekalipun dengan nada keras atau mimik wajah menakutkan.
Β
Meski baru merasakan dua gaya kepemimpinan yang berbeda, Khaliza mendapat banyak pengalaman berharga. Terutama apresiasi yang diberikan kepadanya begitu besar.
Β
"Ibu Mega dan Pak SBY kan berbeda karakter ya. Pak SBY memang senang sama musik, jadi beliau sering bikin kegiatan serupa. Apresiasinya juga besar sekali," ujarnya.
(utw/utw)











































