Sering Dimasuki Burung, Rumah Shahnaz-Gilang Adopsi Konsep Lobi Hotel

Hunian Terakhir Shahnaz-Gilang (2)

Sering Dimasuki Burung, Rumah Shahnaz-Gilang Adopsi Konsep Lobi Hotel

- detikHot
Kamis, 03 Okt 2013 10:51 WIB
Sering Dimasuki Burung, Rumah Shahnaz-Gilang Adopsi Konsep Lobi Hotel
Dok.DetikFoto (Grandy)
Jakarta - Jika dilihat tampak luar bangunan rumah pasangan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan, penuh dengan kaca jendela. Berbeda halnya dengan rumah lainnya yang ada di sekitar kawasan Sentul City, Bogor, Jawa Barat, dengan bentuk desainnya biasa saja. Hanya berupa bangunan datar dan berlantai dua.

Tapi, begitu masuk area dalam, pemandangan akan berubah 180 derajat. Mata dimanjakan dengan ruang lapang di mana langsung tertuju pada keindahan taman belakang menghadap bukit hijau. Plus kolam renang besar sedalam satu meter.

Sang pemilik rumah, mengakui rumah seluas 900 meter persegi itu dibangun melalui 'kolaborasi' berdua. Gilang lebih banyak mengatur soal tata letak dan isi perabot, sementara sang istri terlibat dalam merancang desain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya yang lebih mengerti (soal rumah) itu Gilang. Saya lebih bantuin saja," kata Shahnaz kepada detikHOT, Sabtu (28/9/2013).



Mereka memang sengaja membuat konsep sederhana untuk sebuah tempat tinggal yang asri dan nyaman. Tidak banyak memasukkan perabotan dan mengandalkan sirkulasi udara maksimal.

Bahkan, saking terbukanya, tak jarang burung gereja mondar mandir di dalam rumah. Dan, itu merupakan suatu hal yang biasa, juga menyenangkan.

"Konsepnya seperti lobi hotel," ujar Gilang.

Dia menjelaskan, konsep lobi itu terletak pada desain ruangan tanpa sekat yang membuat kesan lega. Ruang tamu dan ruang keluarga menyatu padu. Sebagai pemanis, diletakkan karpet bulu dan tiga kursi malas.

Di sisi kanan dari pintu masuk, ada satu set meja dan kursi kayu lawas. Sementara di sisi kiri ada perabot serupa yang berbatasan langsung dengan ruang keluarga.

"Memang kami inginnya tidak banyak menaruh perabotan. Jadi di lantai bawah biar saja plong. Malah tadinya enggak mau dipasang pintu sama jendela, tapi kan karena khawatir takut enggak aman, jadi dipasang," katanya.

Untuk bagian atas, hanya ada ruang keluarga sederhana yang dikelilingi empat kamar dan kamar mandi. Terdiri dari satu kamar utama dan tiga kamar anak. Sama seperti di bawah, tampak banyak jendela yang membuat udara terasa dingin alami.

Pasangan ini tidak banyak bermain pada pewarnaan cat tembok dan material yang berlebihan. Cukup dengan warna putih dilengkapi dominasi kayu jati dan marmer. Sederhana, namun tetap terlihat elegan.


(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads