Tapi, begitu masuk area dalam, pemandangan akan berubah 180 derajat. Mata dimanjakan dengan ruang lapang di mana langsung tertuju pada keindahan taman belakang menghadap bukit hijau. Plus kolam renang besar sedalam satu meter.
Sang pemilik rumah, mengakui rumah seluas 900 meter persegi itu dibangun melalui 'kolaborasi' berdua. Gilang lebih banyak mengatur soal tata letak dan isi perabot, sementara sang istri terlibat dalam merancang desain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka memang sengaja membuat konsep sederhana untuk sebuah tempat tinggal yang asri dan nyaman. Tidak banyak memasukkan perabotan dan mengandalkan sirkulasi udara maksimal.
Bahkan, saking terbukanya, tak jarang burung gereja mondar mandir di dalam rumah. Dan, itu merupakan suatu hal yang biasa, juga menyenangkan.
"Konsepnya seperti lobi hotel," ujar Gilang.
Dia menjelaskan, konsep lobi itu terletak pada desain ruangan tanpa sekat yang membuat kesan lega. Ruang tamu dan ruang keluarga menyatu padu. Sebagai pemanis, diletakkan karpet bulu dan tiga kursi malas.
Di sisi kanan dari pintu masuk, ada satu set meja dan kursi kayu lawas. Sementara di sisi kiri ada perabot serupa yang berbatasan langsung dengan ruang keluarga.
"Memang kami inginnya tidak banyak menaruh perabotan. Jadi di lantai bawah biar saja plong. Malah tadinya enggak mau dipasang pintu sama jendela, tapi kan karena khawatir takut enggak aman, jadi dipasang," katanya.
Untuk bagian atas, hanya ada ruang keluarga sederhana yang dikelilingi empat kamar dan kamar mandi. Terdiri dari satu kamar utama dan tiga kamar anak. Sama seperti di bawah, tampak banyak jendela yang membuat udara terasa dingin alami.
Pasangan ini tidak banyak bermain pada pewarnaan cat tembok dan material yang berlebihan. Cukup dengan warna putih dilengkapi dominasi kayu jati dan marmer. Sederhana, namun tetap terlihat elegan.
(utw/utw)











































