Batik Juga Bisa Dijadikan Mural dan Interior Desain

Eksplorasi Visual Batik (3)

Batik Juga Bisa Dijadikan Mural dan Interior Desain

- detikHot
Rabu, 02 Okt 2013 11:43 WIB
Batik Juga Bisa Dijadikan Mural dan Interior Desain
Jakarta - Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada sejak zaman Majapahit. Ia sudah populer sejak abad ke 15. Awalnya batik yang dihasilkan adalah batik tulis dan cap di selembar kain panjang.

Namun kini, batik tak lagi sebatas di atas kain tapi bisa digunakan dalam berbagai dimensi. "Batik kalau digilai sama seperti KPop atau anime, bisa juga dibikin mural," kata Heri Puruhito dari NeoBatik Visual kepada detikHOT.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kebanyakan mural batik memang dilakukan oleh seniman maupun peminat yang berasal dari Yogyakarta. Namun jika di Jakarta juga terdapat satu kampung di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Kampung yang bernama Palbatu tersebut membuat mural batik di sepanjang dinding rumahnya. Serta di tembok pembatas antar kampung. "Bahkan aspalnya juga ada yang di batik."

Memang ia mengakui apresiasi terhadap mural batik tersebut belum begitu banyak dilakukan oleh orang Jakarta.

"Lebih banyak di Bandung dan Yogyakarta," katanya. Heri pun pernah membuat karya mural batik. Di awal tahun ini, ia berhasil memenangkan kompetisi mural batik bernama 'Chrome Open Spaces' yang diselenggarakan oleh Google Indonesia.

Karyanya yang berjudul 'Whats Next Indonesia Batik' ini dilukis di salah satu dinding gedung di Jalan Ibrahim Adjie, Bandung.

Selain dirinya, masih ada karya mural batik lainnya yang juga menang.
Di antaranya terdapat karya Adi Setiawan di Metro Futsal Pondok Indah, Kristoforus Marvino di Kiara Condong Bandung, Woof Jakarta di Flyover Roxi, Ricky Janitras di Kemang, Omen Jangkung di Dago Bandung. Serta karya milik Rachel Dewi di Salemba dan Henry Foundation di Jalan Panglima Polim.

Hal yang sama juga bisa dilakukan jika sketsa batik ini ingin dicat menjadi home interior desain di salah satu ruangan. "Lihat, desain mereka akan cantik sekali kalau jadi wallpaper di ruangan tertentu," ujar Heri.

Jika di mural pengerjaannya dengan cat langsung tapi di interior desain ditempelkan seperti wallpaper. Ia percaya jika karya ini akan sama lakunya dengan mural batik. "Tapi kayaknya masyarakat kita belum sepenuhnya mulai mencoba wallpaper sketsa batik."










(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads