βInspirasinya dari rumah nenek saya, rumah tua gitu. Kalau rumah gaya Belanda gitu kan ruang-ruangnya dipecah-pecah gitu,β ujarnya kepada detikHOT pada Kamis (26/09/2013).
Selain dari kediaman sang nenek yang khas tempo dulu, Rieke juga sangat terkesan dengan rumah makan Lara Djonggrang, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi kesan antik dan lawas ia gabungkan dengan konsep tradisi Jawa. Di pendoponya, ia memiliki gebyok besar dengan ukiran yang tampak kokoh. Detail barang-barang yang miliki pun antik.
βRumahnya jadi seperti museum, disini juga saya punya tempat abu jenazah dari besi-besi gitu, ada koleksi timbangan tua, teko, termos, mesin tik lama. Saya juga koleksi kebaya-kebaya tua tahun 1930-an atau 1950-an dan ini masih suka saya pakai.β
Rieke menjelaskan bahwa ia memang menyukai barang antik. Kalau pergi ke luar negeri atau keluar kota, target utamanya adalah datang ke pasar loak.
Entah seleranya tertarik dengan barang-barang tua itu datang dari mana. Rieke hanya menekankan bahwa ia menyukai gaya lama. βSaya emang terobsesi dengan bangunan tua dan kuburan,β ujarnya.
Ia mengaku tidak takut dengan rumah yang dijejali oleh barang-barang tua yang sudah memiliki sejuta kisah di dalamnya. βEnggak serem sih , bagus-bagus aja. Anak-anak kadang bilang, 'Ambu ada hantu'. Ya mungkin dia melihat, enggak tahu juga,β kata Rieke santai.

Rieke juga mengkoleksi buku-buku tua, terutama bukunya Soekarno dan ini menjadi bahan bacaannya. Ia mengkoleksi kartu pos dengan berbagai kisah orang lain yang tak ia kenal di dalamnya. βAda yang marah-marah lewat kartu pos ini. Koleksi memang yang sudah bekas orang kartunya.β
Ibu dari Sagara Kawani Hadiasya, juga anak kembar Misesa Adiansyah dan Jalumanon Badrika ini masih punya koleksi lain yang ia tunjukkan dengan penuh semangat. Misalnya uang lama, logo iklan dan uang logam.
βSaya mau pergi ke dalam atau luar negeri, perginya ke pasar loak,βujar Rieke, menjelaskan dari mana ia dapatkan koleksi barang-barang ini. βKalau ada yang merampok ini semua, nangis deh saya.β
Selain benda antik, Rieke juga tertarik dengan lukisan. Di kamar tidurnya terdapat lukisan karya Tommy F. Awuy. Di ruang kerja suaminya terdapat lukisan bertema Dewi Kesuburan.
Di ruang kerja Rieke sendiri terdapat lukisan Cut Nyak Dien yang tengah berdoa dengan torehan ayat kursi di atas kanvas dipadukan dengan batu dari Gunung Merapi.
βPesannya itu, dia Cut Nyak Dien sekuat batu. Dan saya memang mengidolakan Cut Nyak Dien, dia panutan saya dalam berpolitik."

(utw/utw)











































