Tak peduli apakah para saksi mata atau bahkan mereka yang belum lahir saat kejadian itu, kejadian itu jadi tertanam dalam kesadaran kolektif warga negara tersebut.
Detik-detik imaji yang muncul selama kejadian itu menguggah perhatian seniman pop Andy Warhol. Dalam kurun waktu tertentu secara obsesif Warhol mengekplorasi hubungan-hubungan antara kepopuleran keluarga Kennedy dan tragedi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk memperingati 50 tahun kejadian tewasnya JFK, Telfair Museum in Savannah, Georgia, akan menggelar pameran karya Warhol yang terinspirasi dari kehidupan sang presiden. Pameran ini rencananya akan berlangsung selama 18 Oktober 2013 hingga 9 Maret 2014.
Ini adalah serial karya Warhol yang diberinya judul 'FlashβNovember 22, 1963,' ini lima tahun setelah kematian JFK. Warhol lebih banyak menggambarkan respon emosional publik Amerika serta bagaimana reaksi Jackie, janda JFK yang ditangkap oleh media.
Karya Warhol di antaranya menggambarkan senyum khas JFK dengan lambang kepresidenan yang tertembus peluru. Ada pula wajah Jackie O yang terlihat berduka. Pop art karya Warhol tidak hanya menggambarkan kegilaan yang muncul saat penembakan, tapi juga berbagai gambar lain yang muncul beberapa saat setelah kejadian itu yang ditangkap media dan televisi.

"Saya selalu tersentuh tiap mengingat punya presiden seperti Kennedy," kata Warhol dalam kutipan yang didokumentasikan oleh Museum Telfair dan dilansir Telegraph.
"Dia itu ganteng, muda, cerdas, tapi saya tak terlalu terganggu dengan kenyataan dia meninggal dunia. Yang membuat saya terganggu adalah cara televisi dan radia memprogram semua orang untuk ikut berduka. Tampaknya seperti tak peduli seberapa keraspun kau mencoba, Anda tak bisa berpaling dari kedukaan itu."

(utw/utw)











































