Ide Keong Rumah Boyke Berhasil Dirancang Arsitek Bali

Rumah Keong ala Boyke (2)

Ide Keong Rumah Boyke Berhasil Dirancang Arsitek Bali

- detikHot
Selasa, 24 Sep 2013 09:26 WIB
Ide Keong Rumah Boyke Berhasil Dirancang Arsitek Bali
Warna dasar interior yang serba hitam, putih dan abu-abu.
Jakarta - Ide unik yang berasal dari keong lantas tak membuat Boyke berbangga diri. Ia harus menyimpan keinginannya segera punya hunian kedua karena tak ada desain interior yang mempu membuatnya.

"Idenya harus seperti ini, tapi enggak ada arsitek di Jakarta yang bisa menterjemahkan apa mau saya. Sampai akhirnya ada satu arsitek yang bisa," katanya kepada detikHOT di kawasan Sentul City, Jumat (20/9/2013).

Menurutnya, itu adalah arsitek ke delapan yang sudah berbicara dengannya. Desainer interior tersebut merupakan lulusan Teknik Arsitektur Institut Teknik Bandung (ITB) yang kini tinggal di Bali. Ia bernama Nanang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Biasanya memang ia membangun rumah yang aneh-aneh, di pinggir tebing pantailah, rumah di atas pohonlah. Dan project dia memang kebanyakan di Bali dan uniknya ia bisa menterjemahkan apa yang saya mau," ujarnya.

Kemudian, arsitek tersebut butuh waktu selama enam bulan untuk membuat rancangan desain interior Boyke. Setelah selesai, ia kembali mendiskusikannya.

Bagian depan rumah Boyke akan dipasang ventilasi besar sampai setinggi dengan atap lantai satu. Ruang tamu dan ruang makan akan menjadi satu ruangan besar. "Angin masuk lewat ventilasi, dan kita bisa menikmati hidup sebebas-bebasnya."

Namun, masalah tak berhenti sampai di sana saja. Ketika membicarakan ketiga kamar bagi anaknya dan kamar utama Boyke, mereka kebingungan. Pasalnya, bentuk keong itu mengerucut ke atas, dari bagian besar menuju ke yang kecil.

***

Rumah keong tersebut juga tidak mungkin terdapat lantai dua sampai empat. Akhirnya, dibuatlah kamar-kamar dengan bentuk mezanin. "Setiap kamar melingkar sampai ke atas, kayak empat lantai tapi padahal bukan."

Lantaran berbentuk mezanin, semua furniture pun dibuat langsung selama proses pembuatan rumah tersebut. Perabot rumah tangga disesuaikan dengan desain rumah keong.

"Semua furniture by design, termasuk alumunium yang dilas juga," kata Boyke. Tiang pancang sebagai penyanggah kekuatan rumah pun juga sempat menjadi masalah. Tiang tersebut diperlukan untuk memperkokoh.

Sang arsitek memperteguh pendapatnya bahwa tiang itu dibutuhkan, tapi Boyke menolaknya. Akhirnya tiang itu tetap ada, tapi terlihat lebih modern.

Sedangkan untuk persoalan warna, pakar seksolog ini hanya menginginkan tiga warna saja yakni hitam, putih, dan abu-abu. Namun, kecuali kamar bagi ketiga anak-anaknya. Mereka meminta warna kuning, pink, dan cokelat bagi putra terakhirnya Dithya Prasetya.

Total pembuatan rumah ini, kata Boyke, sekitar 1,5 tahun. Pada 2008 ia membeli lahan di klaster tersebut, dan tepat 14 Desember 2010 lalu ia berhasil memberikan kado perkawinan tersebut kepada keluarga tercinta.









(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads