Daryanto misalnya. Pria berusia 50 tahun ini membawa keperluan tampil dalam tas besar berisi kostum, alat make-up, dan properti tambahan seperti pistol mainan dan topi pejuang.
Langkah pertama, dia membersihkan wajah lebih dulu menggunakan tisu basah. Gunanya agar wajah bersih dan bedak mudah menempel. Setelah itu, tangannya mulai memoles bedak berwarna cokelat yang dipesan secara khusus. Tak lebih dari 15 menit, bapak empat anak ini sudah terlihat beda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya ini bedak khusus, bukan sembarangan. Harganya juga lumayan mahal kalau belinya di toko kosmetik biasa dan belum tentu ada," kata Daryanto di Taman Fatahillah, Selasa (17/9/2013).
Dia menjamin kualitas produk tersebut sangat aman bagi kulit dan tidak menyebabkan iritasi. "Nggak bakal luntur kena keringat atau air," ujarnya.
Sementara kostum pejuang petani yang dikenakan ia beli secara bertahap dengan modal sekitar Rp 500 ribu. Kostum tersebut di-cat ulang tiap dua minggu sekali.
Aktivitas serupa juga dilakukan anggota Kombat yang lain Rizal Hidayat. Dengan membawa karakter 'Opsir Belanda', pria berusia 32 tahun ini rutin mewarnai kostum minimal satu minggu sekali.
"Pakai cat khusus kayak cat minyak. Kalau nggak di-cat ulang bisa luntur atau kusam," kata Rizal.
Untuk beraksi sebagai 'Opsir Belanda' membutuhkan modal dana yang tidak sedikit, yakni sekitar Rp 700 ribu. Alat rias pun disamakan dengan anggota yang lain karena kualitasnya terjamin dan awet digunakan sampai sore.
"Produknya sama semua. Ada bedak warna macam-macam, pesan khusus. Satu-nya sekitar Rp 40 ribuan. Jadi, bukan cat lukis atau cat-cat lain, itu bedak memang untuk wajah," ujarnya.
Polesan bedak warna putih kadang membuat Rizal risih. Tapi, demi profesionalitas, semua dijalani dengan hati riang.
Modal ratusan ribu menjadi tak terasa mahal kala melihat pengunjung mengucapkan kata 'terima kasih' usai berfoto di dekatnya. Kadang, sebuah pengakuan lebih bernilai dari sekadar uang Rupiah.
(utw/utw)











































