Ide Jadi Manusia Batu Muncul Gara-gara Meriam Si Jagur

Kisah Manusia Batu (1)

Ide Jadi Manusia Batu Muncul Gara-gara Meriam Si Jagur

- detikHot
Jumat, 20 Sep 2013 09:33 WIB
Ide Jadi Manusia Batu Muncul Gara-gara Meriam Si Jagur
Persiapan sebelum beraksi jadi manusia batu
Jakarta - Sejak beberapa tahun terakhir, Kota Tua, daerah sekitar Museum dan Taman Fatahillah Jakarta jadi pusat seni dan wisata baru. Gedung-gedung tua dengan suasana masa pendudukan Belanda di Jakarta jadi daya tarik yang unik. Tak jarang banyak pasangan yang hendak menikah membuat foto-foto pre-wedding di tempat ini.

Namun selain suasana jaman doeloe itu ada lagi sosok-sosok menarik yang layak jadi perhatian. Mereka dikenal sebagai manusia batu. Ya, selain berkostum layaknya pejuang kemerdekaan, atau sosok 'meneer' Belanda mereka juga membalur seluruh tubuh dengan warna-warna natural batu atau patung.

Ada saat mereka berdiri kaku seperti patung. Namun mereka juga bersedia untuk berpose layaknya 'properti' foto, bagi pengujung yang tertarik mengabadikan kenangan berkunjung ke tempat ini. DetikHOT mencoba menelusuri siapa saja mereka dan menggali kisah unik dibalik sosok para manusia batu ini. Simak kisahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

***

Hari itu, 10 Juni 2012, Idris pergi ke kawasan Kota Tua, Jakarta. Bukan untuk tamasya, melainkan mencari peluang kerja. Maklum, bapak satu anak ini baru saja terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai asisten terapis pengobatan herbal di Bogor.

Di sampai di Taman Fatahillah, Kota Tua, tepat pukul 12.00 WIB saat matahari tepat di puncak kepala. Duduk di bawah pepohonan rindang adalah cara terbaik mengusir gerah. Sempat membeli minuman dingin dan sebatang rokok, Idris lebih banyak termenung.

"Saat itu saya bengong saja sambil lihat-lihat suasana. Ibaratnya cari inspirasilah kira-kira apa yang akan saya lakukan. Mau jadi pedagang, tapi sudah banyak," katanya saat ditemui di Taman Fatahillah, Kota Tua, Selasa (17/9/2013).

Bosan hanya duduk, ia pun mulai mengelilingi kawasan tersebut. Selama hampir dua jam tanpa ide cemerlang, rasa putus asa mulai menjalari hati.

Idris kembali duduk di bawah pohon. Matanya hanya memandang lalu lalang pengunjung yang lewat. Ketika melihat muda mudi berfoto di samping meriam si Jagur di halaman Museum Fatahillah, perlahan inspirasi itu muncul. Ya, kenapa ia tak jadi objek foto saja. Tampil beda dengan menjadi patung pejuang.

"Saya lihat orang-orang kok pada suka foto di meriam, kenapa nggak saya coba ikutan jadi objek foto di samping meriam. Intinya saya ingin melakukan sesuatu yang beda," ujarnya.

Menjelang maghrib, pria berusia 35 tahun ini pulang ke rumah. Dia utarakan niat tersebut pada sang istri. Namun, tak disetujui.

Idris tak patah arang. Segala usaha ditempuh untuk meyakinkan istri dan anaknya bahwa pekerjaan menjadi batu atau patung adalah sesuatu yang halal dan dapat mendatangkan berkah rezeki dari Tuhan.

Keluarga pun luluh. Selang empat hari kemudian, ia resmi menjalani profesi sebagai patung tokoh pejuang dengan kostum pertama warna abu-abu tua. Kostum itu merupakan pakaian petugas keamanan yang dibeli secara bekas.

Dua bulan kemudian, atau tepat pada perayaan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2012, Idris mengganti penampilannya dengan warna serba hitam, dari topi hingga sepatu. Tapi, tetap karakter tokoh pejuang.

"Sejak 17 Agustus 2012 itu saya seperti menemukan jati diri dan jalan rezeki saya di sini sebagai batu, patung. Makanya, saya nggak mau pindah profesi," katanya.

Sebagai pencetus ide dan pendiri Komunitas Batu Taman Fatahillah (Kombat) yang baru berdiri 1 April 2013, Idris punya banyak pengalaman berkesan. Terutama saat pertama kali tampil sebagai batu.

Semua orang menatap heran. Banyak yang menyangka ia merupakan batu sungguhan. Tak jarang ada yang menganggapnya orang gila. Tapi, santai saja. Dia yakin usaha akan berbuah hasil.

"Saya nggak pernah marah atau tersinggung kalau ada orang meledek atau gimana. Biar saja. Yang penting saya menjalaninya enjoy. Hampir nggak pernah ada duka, semua suka saja bagi saya," ujar Idris.

(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads