Menyentil Amerika Serikat Lewat Seni Visual nan Satir

Menyentil Amerika Serikat Lewat Seni Visual nan Satir

- detikHot
Rabu, 18 Sep 2013 16:11 WIB
Menyentil Amerika Serikat Lewat Seni Visual nan Satir
Jakarta - Seniman asal California, Amerika Serikat, Eric Yahnker, coba menjelajahi cara orang-orang Amerika dalam menentukan pilihan. Ia menemukan kecenderungan pilihan biner, bak dua kutub yang saling berseberangan.

Dengan bekal tersebut, Eric menggelar pameran seni karya terbarunya yang bertajuk 'Ebony And Benghazi'. Makna dari Ebony dan Benghazi sendiri adalah puja-puji untuk kebersamaan diatas perbedaan.

Pameran seni visual Ebony & Benghazi diadakan di Ambach & Rice, Los Angeles, Amerika Serikat. Mulai tanggal 6 September hingga 12 Oktober 2013 nanti. Dalam pameran tunggalnya kali ini, Eric menyuguhkan tokoh-tokoh populer asal negeri Paman Sam, untuk diinterpretasikan kembali dan dituangkan menjadi bentuk karya baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi, tak heran pameran ini dipenuhi lukisan wajah-wajah ternama seperti Hillary & Bill Clinton, Stevie Wonder, hingga Will Smith.

Salah satu karya yang termasuk dalam golongan satir disini adalah foto berdampingan antara Stevie Wonder dan Hillary Clinton, keduanya memiliki intensitas untuk melakukan visi besar.

Ini ditunjukkan dengan gestur tangan mengepal yang paralel antar dua foto tersebut. Karya tersebut ia tujukan untuk menyinggung masa pemilihan yang sengit antara Barack Obama dengan Hillary Clinton, dimana keduanya merepresentasikan dua isu berbeda.

Dalam pandangan Eric, persoalan pilihan yang dihadapkan pada dua opsi, seperti sudah mendarah daging di negerinya. Meski kebanyakan putusan yang dibuat oleh masyarakat Amerika Serikat adalah sebuah hasil akhir.

Namun ini seolah masih terus membentuk kubu sendiri, yang sulit bercampur menjadi sebuah keragaman.

"Fenomena seperti itu akan sia-sia. Kita butuh siklus yang memungkinkan para warga Amerika yang membosankan, untuk bisa merasakan kewaspadaan moral dan nasionalisme di tengah-tengah ancaman yang dirasakan di era setelah 11 September," ujar Eric Yahnker seperti apa yang dilansir dari HuffingtonPost.

Yahnker juga mendorong idenya lebih jauh, hingga menyentuh ranah kesetaraan gender. Dalam karya berjudul 'Woolly Woman' Yahnker menampilkan Wonder Woman yang merupakan campuran dari dua jenis kelamin. Juga sosok Superman yang justru memiliki buah dada, dalam karya berjudul 'Jugs of Steel A Cold Day In Hell'.




(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads