Melukis di Taman Agar Dapat Inspirasi

Seni Ruang Publik (6)

Melukis di Taman Agar Dapat Inspirasi

- detikHot
Rabu, 18 Sep 2013 13:31 WIB
Melukis di Taman Agar Dapat Inspirasi
Jakarta - Alice, 15 tahun sudah duduk dua jam di bangku kecil tengah taman tersebut. Ia memakai baju cheongsam berwarna merah tua dan tersenyum ke arah pelukis di depannya.

"Boleh minum, pak?" tanyanya. Si pelukis bertubuh gembul itu mengangguk. "Tapi jangan makan dulu yah, tunggu sebentar lagi juga jadi," ujarnya.

Jelang sore, lukisan potret Alice sudah jadi. Mama Alice dan tantenya pun tersenyum sumringah. "Bagus hasil lukisannya, Pak Anto. Bagus banget!" katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelukis yang hanya memakai kaos tanpa lengan dan sepatu bots tersebut adalah Yohanes Bababtis Harmonianto. Sehari-hari akrab disapa Anto. "Sejak awal 2000an saya sudah sering melukis di Suropati," ujarnya kepada detikHOT Minggu sore (15/9/2013).

Itu sebelum ia bergabung dengan Komunitas Kota Seni Taman Suropati. Menurutnya, di taman ia bisa merasakan energi spiritual yang bagus agar mendapatkan inspirasi melukis.

"Aku tidak paham anak muda jaman sekarang itu pola pikirnya gimana. Jadi taman ini memberikan inspirasi spiritual dalam bekerja dan berkarya," ujar Anto.

Selain itu, melukis juga dianggapnya sebagai ruang meditasi. Serta pekerjaan yang mampu menghilangkan waktu dengan nyaman dan bermanfaat.

Ketika melukis di Taman Suropati, ia biasa datang pada hari Minggu saja. Di hari-hari lainnya, Anto aktif di Padeprokan Ngoyot di kawasan Bekasi. Serta aktif menjadi anggota seniman belajar melukis bersama Jepang-Indonesia.

Menurutnya, di taman tersebut biasanya ada tawaran melukis potret dan ia menghargainya sekitar Rp 3,5 juta. "Itu adalah gaya yang paling cepat, potret bisa banyak orderan," ujarnya.

Karir melukisnya diawali sejak ia masih berada di sekolah dasar Yogyakarta. Anto belajar kepada perupa Suatmaji selama bertahun-tahun lamanya. Namun ketika, ia merantau ke Jakarta pada era 1980an, ia mulai melukis di jalanan dan keliling taman di Jakarta.

Pria berusia 54 tahun itu mengaku menyukai karya-karya lukisan Affandi. Baginya, Affandi adalah pelukis yang humanistik, hidupnya santai dan komitmen dalam melukis sampai akhir hayat hidupnya.

Lantaran terinspirasi dari Affandi, Anto pun mempunyai target karya sampai sepanjang sisa hidupnya. Ia ingin mengumpulkan 400 lukisan sebagai media aktivitas sosial. "Sekarang baru ada 95 lukisan. Masih banyak tugas saya sebelum meninggal," kata Anto.

Ke depannya, ia pun akan membuat pameran bersama dengan para pelukis Jepang di galeri kawasan Jalan Ampera, Jakarta Selatan. Serta tentu saja menyelesaikan sisa target lukisannya dan tetap melukis di Taman Suropati.

(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads