Lukisan Erotis Paling Banyak Dikoleksi Selebritas

Lukisan Erotis Paling Banyak Dikoleksi Selebritas

- detikHot
Selasa, 17 Sep 2013 15:09 WIB
Lukisan Erotis Paling Banyak Dikoleksi Selebritas
Karya Vettriano yang dimiliki Jack Nicholson
Jakarta - Judul lukisan itu adalah Night Geometry II. Gambarnya sederhana saja, yaitu tentang sepasang kekasih yang sedang mabuk cinta dan berpelukan.
Si pelukis mendapat ide dari buku karya AL Kennedy.

"AL menulis bahwa ketika kita di tempat tidur dengan seseorang, akan ada lekuk-lekuk geometris yang terbentuk. Tapi aku membuatnya dalam posisi berdiri," kata Jack Vettriano sang pelukis berusia 61 tahun, tentang lukisannya yang langsung dibeli aktor Jack Nicholson itu .

Jack Nicholson bukan satu-satunya konsumen Vettriano. Sir Alex Ferguson juga mengkoleksi lukisan karya seniman asal Skotlandia ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Lukisan Vettriano yang dimiliki Ferguson berjudul 'Along Came A Spider'. Lukisan itu dibuat Vettriano tahun 2004. Ya, tak salah, Vettriano memang mengambil judul lukisan ini dari novel karya James Patterson yang sempat difilmkan itu. Ferguson juga punya lukisan 'Dance Me To The End Of Love' yang dibuat Vettriano tahun 1998.

Bukan hanya Nicholson dan Ferguson, kaum selebritas yang mengkoleksi karya Vettriano. Tapi penghasilan Vettriano sebenarnya bukan hanya berasal dari lukisannya yang di koleksi para selebritas itu.

Selain melukis, Vettriano juga menjual poster-poster dari karya lukisnya yang setidaknya kini mencapai angka 12 juta poster. Banyak lukisan Vettriano yang dibuatkan reproduksinya dalam bentuk kartu pos.

Vettriano dianggap seniman yang kontroversial. Gaya erotisnya yang bersuasana tahun 1940-an dan 1950-an sering disebut dibenci para kritikus, dikoleksi para selebritas dan dibeli masyarakat luas dalam bentuk poster.

"Pameran tunggal pertamaku digambarkan sebagai pornografi. Di hari pertama pembukaan, ruang pamer digembok. Orang-orang lalu sampai memanjat jendela toilet, karena penasaran ingin melihat segala keributan tentang lukisan itu," kata Vettriano mengenang.

Uniknya justru bukan karya lukisnya yang erotis yang membuat Vettriano terkenal. Tapi lukisan yang berjudul 'The Singing Butler', dibuat tahun 1992, yang mengambarkan seorang pelayan, memegangi payung untuk pasangan yang sedang berdansa di pantai yang berangin.

Lukisan yang sangat disukai di Inggris itu dilelang pada tahun 2004 dan laku senilai Β£750,000 atau sekitar Rp 13 milyar. Lukisan ini jadi lukisan termahal yang pernah dibuat seniman asal Skotland itu.

Ada alasan mengapa Vettriano cenderung membuat lukisan erotis."Aku tumbuh di area Methil Docks, Fife. Di sana ada hotel tempat sejumlah PSK bekerja. Aku selalu suka melihat mereka, memfoto beberapa gadis yang bekerja disitu lalu melukis mereka juga," katanya pada Daily Mail.

Vettriano mengatakan memang lebih suka memfoto subyek lukisannya dulu karena dia sendiri tak pernah belajar seni secara formal. "Saat aku mencoba langsung melukis wanita yang sedang berpose aku merasa tak percaya diri, dan langsung menyerah sebelum lukisan itu jadi lebih buruk."

Sempat ditolak oleh sekolah sekolaah seni Edinburgh tidak membuat Vettriano kecil hati. Dia tetap melukis dengan mencampur beberapa gaya. "Aku cuma melakukan hobiku. Aku cuma mengkopi semua orang. Seperti kalau Anda mencampur kemampuan semua seniman dalam sebuah panci dan mengaduknya Anda akan menemukan Jack Vettriano," katanya berseloroh.

Meski suka memunculkan kesan erotis dalam lukisannya, lucunya, Vettriano sangat cemas dengan penampilannya sendiri. "Saya selalu merasa takut dianggap sebagai orang tua yang bernafsu. Meski aku tak akan mengelak disebut sebagai penggemar wanita dan fakta bahwa mereka tak tahu kekuatan yang mereka miliki," katanya.

Sebenarnya Vettriano tidak tertarik untuk dibuatkan semacam tinjauan akan karya-karyanya. "Seorang kritikus pernah mengatakan aku diperbolehkan melukis selama tak ada yang menganggap karyaku serius," kata Vettriano sembari tersenyum.

Dia menganggap para kritikuslah membuat seolah-olah dirinya sosok yang kontroversial. "Padahal aku tidak!" Sembari melambaikan tangan ke arah lukisan-lukisan dia berkata. "Tak ada yang kontroversial di karyaku, ini bukan soft porn!"














(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads