Pameran Di Dalam Pameran: Media/Art Kitchen

Muslihat - OK Video 2013 (4)

Pameran Di Dalam Pameran: Media/Art Kitchen

- detikHot
Senin, 09 Sep 2013 14:49 WIB
Pameran Di Dalam Pameran: Media/Art Kitchen
Jakarta - Ada yang berbeda dari festival OK Video tahun ini, karena pada hari dan tempat yang sama, digelar juga pameran bertajuk Media/Art Kitchen - Reality Distortion Field.

Ini adalah bentuk kolaborasi antara OK Video dengan The Japan Foundation. Pameran ini sendiri berada di sayap B kawasan Galeri Nasional, Jakarta Pusat.

Pameran ini digelar dalam rangka memperingati kerjasama dan hubungan persahabatan antara Jepang dengan ASEAN yang ke-40 tahun. Maka proyek pameran seni ini, diadakan di Jakarta, Kuala Lumpur, Manila dan Bangkok, sejak September 2013 hingga Februari 2014 nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muncul sebagai perwakilan kurator dan peneliti dalam bidang seni dari Indonesia adalah Ade Darmawan dan M.Sigit Budi.S. Sementara seniman asal Indonesia yang turut berpartisipasi disini adalah Duto Hardono, Krisgatha, Lifepatch, Muhammad Akbar dan Narpati Awangga.

"Di empat kota yang akan diselenggarakan pameran tersebut, sebenarnya akan berbeda komposisi senimannya, bergantung besar venue-nya. Dan juga agar bagaimana kurator mengkontektualisasikan gagasan-gagasannya itu di setiap kota," kata Ade Darmawan, Kurator Media/Art Kitchen pada Rabu (4/9/2013)

Konsep Kitchen atau Dapur dalam Bahasa Indonesianya, digunakan sebagai analogi dari tempat dimana sebuah karya digodok. "Dapur itu adalah tempat dimana kita mengolah resep-resep. Mencampur, mengkomposisikan bumbu-bumbu."

Proyek seni ini menyajikam seni media lintas disiplin dalam arti luas, yang mencakup aliran seperti film, video digital, anime, fotografi, sound art, instalasi dan performance art.

Untuk Performance Art sendiri, pada malam pembukannya, Kamis, 4 September 2013, seniman yang terlibat menyuguhkan pertunjukkan antara lain Horio Kanta (Jepang), Bani Haykal (Singapore), Tad Ermitano (Filipina) dan Duti Hardono (Indonesia).

Kegiatan lainnya adalah presentasi Kurator Media/Art Kitchen, Tur pameran bersama kurator dan diskusi dengan seniman Mohri Yuko, Horio Kanta dan Muhammad Akbar. Ketiga kegiatan ini dibuka gratis untuk umum.

***



Selanjutnya, kegiatan dari proyek ini antara lain laboratorium, loka karya untuk membuat sendiri kamera mikroskop, dan lainnya. Diikuti juga dengan video screening dari karya single-channel di Kineforum, Taman Ismail Marzuki, Cikini Raya, Jakarta. Mulai 7-15 September 2013.

Banyaknya kegiatan di dalam proyek Media/Art Kitchen ini memiliki alasannya sendiri. "Kita inginnya di Media/Art Kitchen ini tidak hanya pameran.Kita mau penonton mendapat pengalaman yang lengkap. Jadi senimannya, juga bisa terlibat dengan seniman lain, berinteraksi. jadi satu rangkaian ini lebih multi-dimensional. Trimurti dari kegiatan ini ialah, eksibisi untuk apresiasi, labolatorium untuk ekspresi dan loka karya untuk memahami.

"Benang merah dua pameran ini, sebenanrnya keduanya sama-sama memiliki unsur mengakali tekhnologi dan unsur yang melihat pola konsumsi teknologi di dalam masyarakat," jelas Ade. Menurut Ade dengan benang merah ini, ditambah ragam eksplorasi media yang lebih kaya, seperti adanya sound art di dalam Media/Art Kitchen, ia ingin menyuguhkan pengalaman yang lain.

Menurut pria berusia 38 tahun ini, proyek kolaborasi ini merupakan perkembangan yang penting bagi OK Video. "Karena tadinya, pada OK Video sebelumnya itu karya-karyanya lebih pada moving images dan video. Kini ada objek, instalasi, ada yang interaktif, performances, ada sound art."

Ade Darmawan sebagai salah seorang kurator, menjelaskan bahwa, ia ingin melihat bagaimana seniman berhadapan dengan benda-benda, kultur, juga konsumsi teknologi yang ada di masyarakat, namun pendekatannya tidak langsung. Maka ada yang bentuknya metafora, refleksi, pertanyaan an karya tersebut menggunakan unsur yang dekat dengan keseharian.





(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads