Saat berusia 15 tahun, Darwyn meninggalkan Indonesia dan melanjutkan Sekolah Menegah Atas (SMA) di Trinity Grammar School di Melbourne. Ia pun mengambil jurusan Performance and Fine Art di Victoria College of The Arts pada 1996.
βPada dasarnya saya suka melukis. Saat itu, saya juga belajar akting dan berperan di live theater,β katanya kepada detikHOT di Laselle College International, Komplek Hotel Sahid Jaya, Jumat (17/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βKarena saya akting di jurusan Fine Art, make up pasti diajarkan. Karena aktor dituntut bisa sendiri. Sistem di sana seperti itu, beda dengan Indonesia. Awalnya dari situ,β katanya.
Pria kelahiran 28 November 1976 ini juga terkejut ketika ia bisa mengubah wajahnya dengan segala bentuk dari hasil kreasi riasannya. Selama berada di jurusan teater dua tahun tersebut, Darwyn pun rajin mengikuti pengajarnya yang berprofesi sebagai make up artist.
βAku belajar spesial effect juga. Cara bikin darah di tubuh, lubang peluru yang kelihatan nyata,β ujarnya.
Pada dasarnya, ia mengaku bukan seorang make up artist beauty. Darwyn baru mempelajarinya ketika tahun 2005 MAC Cosmetics masuk ke Indonesia dan ia menjadi artist training.
Ketika di Melbourne, tiap kali perayaan Halloween, ia selalu pulang lebih awal dan berencana menakuti teman sekamarnya. Ia pun berdandan laiknya orang bunuh diri yang menyilet urat nadinya di dalam bath up. βPas mereka pulang kuliah, langsung Oh My God. Ha..ha..ha.β
Namun, sepanjang ia menjadi make up artist dengan keahlian spesial effect, ada satu proyek yang membuatnya terkenang adalah film Soegija karya Garin Nugroho. Saat itu, ia disuruh mendadani 10 orang pemain figuran korban perang.
βAda yang terbakar, luka tusuk, pokoknya berdarah-darah semua. Aku sudah kerjain dari pagi karena syutingnya sore. Satu korban perlu waktu 3 jam. Tapi ternyata enggak jadi dipakai,β kenangnya.
Ia pun harus bersikap profesional. Ini merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapinya. βSeorang make up artist harus tahu etika, karena kita yang juga di-hire.β
Pengalaman lainnya pernah dialami saat merias aktris ternama di suatu film. Lantaran aktrisnya tidak menyukai hasil karyanya dan selalu mengeluh. βSyuting jadi molor 3 jam, ya sudah aku diam saja.β
Meski awalnya, Darwyn tak berniat menjadi seorang make up artist, namun kini ia menyakini ini adalah impiannya. Bahkan spesial effect diyakininya merupakan seni yang menarik untuk digeluti. βJalani passion dengan have fun, jangan terpaksa karena seni itu feeling bukan matematika. Dan ego itu dibuang aja deh. Di industri ini, kita harus stay humble dan pintar adaptasi,β ujarnya.
(utw/utw)











































