Salah satunya datang dari desainer busana muslim yang juga anggota Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jeny Tjahyawati. Dia agak meragukan mekanisme dan konsep ajang tersebut.
"Berat juga ya karena kan ini membawa agama, syariat. Apakah memang pakai hijabnya benar-benar dari hati atau sekedar untuk ikutan kontes saja, kan kita nggak tahu," kata Jeny kepada detikHot disela acara Ramadhan Runway di Kota Kasablanka, Kuningan, Jum'at (26/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu sisi ada nilai positifnya, bisa menginspirasi. Tapi, mesti diperhatikan juga penilaiannya seperti apa," ujar Irna. Kontes seperti Hijab Hunt, katanya melanjutkan, mempunyai tanggung jawab yang berat. Terutama bagi nanti yang keluar sebagai pemenang.
"Terutama akhlaknya juga mesti dilihat. Apakah dia bisa baca Al-Qur'an atau tidak, apakah dia benar-benar menjalankan sesuai syariat agama atau tidak," kata Irna. "Karena kan kontes seperti itu beda sama kontes putri-putrian biasa. Jadi, memang mesti selektif dan hati-hati."
(utw/utw)











































