Namun menyebut Hijab Hunt sebagai pecahan dari sejarah panjang kontes untuk kaum hawa, maka tak salah jika mempelajari sejarah awalnya.
Jika menyebut kontes kecantikan memang Indonesia sudah punya dua kontes kecantikan yakni Putri Indonesia dan Miss Indonesia. Namun kontes kecantikan itu sendiri di dunia sudah ada selama puluhan tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu koran Skandinavia, mengatakan peserta kontes itu tak diketahui masyarakat, akses pun tertutup dari orang luar. Pemenangnya adalah gadis berusia 18 tahun bernama Creole.
Setelah itu, sejarah mencatat negara yang paling aktif mengadakan kontes kecantikan adalah Jerman dan Amerika Serikat. Kontes Miss America pertama terjadi pada 8 September 1921. Pemenang pertama adalah warga Washington, Margaret Gorman, berusia 16 tahun.
Sayangnya, kemunculan wanita-wanita cantik tersebut justru dilarang tampil di depan publik dengan memakai baju renang. Padahal dalam kontes pun terdapat pose mereka yang berbikini. Mereka juga tak boleh menjadi iklan produk sereal maupun minuman beralkohol.
Kemudian, bagaimanakah dengan sejarah kemunculan kontes kecantikan di Indonesia? Di negara yang mayoritas muslim kontes kecantikan pertama kali diselenggarakan pada 1992 oleh Yayasan Puteri Indonesia yang diketuai oleh Mooryati Soedibyo dan disponsori Mustika Ratu.
Kontes ini diberi nama Puteri Indonesia. Selain itu, ada kontes kecantikan yang diselenggarakan oleh MNC melalui Yayasan Miss Indonesia dengan dukungan perusahaan kosmetik Sari Ayu. Kedua kontes tersebut sama-sama menjunjung prinsip 3B yakni Brain atau kecerdasan, Beauty atau kecantikan dan Behavior yaitu perilaku baik.
Kini, sejak tren hijab mulai ada di Indonesia, kontes kecantikan mulai ada penambahan menjadi 4 B yakni Berhijab. Selain pemilihan Hijab Hunt, Indonesia juga punya pemilihan Duta Muslimah. Ini adalah perpanjangan tangan dari ajang World Muslimah Beauty.
βAjang Duta Muslimah ini dianggap sebagai sosok muslimah yang paling ideal dari segi penampilan, kecerdasan berperilaku, kerohanian, dan komitmen dalam berhijab,β kata Presiden Muslimah Beauty Foundation Rofy Eka Shanty kepada detikHot Minggu (28/7/2013).
Ajang ini dimulai pada 2012 lalu dan terdapat 300 muslimah yang mengikuti. Bahkan di antaranya ada peserta yang berasal dari Singapura, Jerman, London, Australia, dan London. βSaya juga enggak nyangka apresiasi mereka begitu besarnya,β ujarnya.
Peserta asal Jakarta bernama Dika Restiyani memenangi ajang bergengsi tersebut. Ia pun mengalahkan 1.170 muslimah lainnya. βSaya tertarik ikut karena ingin menang hadiah umrah untuk kedua orang tua saya,β katanya.
Dka yang lulusan Nanyang Technological University Singapura tersebut tak menyangka akan menang. Ia pun bersyukur atas anugerah tersebut. βAlhamdulillah, jalannya semakin komitmen dalam berhijab dan syiar dakwah.β
(utw/utw)











































