Taping for talk indonesia Metro tv. Had a fun and interesting discussion wit Datton and Sara. We talk about Indonesia's economy, the future of Indonesia airlines company and health issues. Shared my optimism on the bright future of Indonesia.... (Sandiaga Uno, Pengusaha)
Ada yang berbeda di Toko Buku 'Aksara' di Pasific Place, Jakarta. Tidak hanya tata letak rak-rak bukunya yang diubah sedemikian rupa sehingga menjadi terkesan lebih lapang. Lihatlah, di bagian tengah ada meja dengan kotak-kotak kaca di atasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kotak kaca itu bisa dibuka, dan pengunjung bisa membaca isi buku harian tersebut. Enam pesohor yang buku hariannya bisa diintip itu datang dari beragam profesi. Mereka adalah Nia Dinata (sutradara), Biyan Wanaatmadja (perancang busana), Sandiaga Uno (pengusaha), Andra Matin (arissitek), Indra Leonardi (fotografer) dan Laksmi Pamuntjak (penulis).
Moleskine adalah notebook legendaris yang dipakai oleh para seniman dan pemikir besar selama lebih dari dua abad. Vincent Van Gogh, Pablo Picasso, Ernest Hemingway adalah contoh pesohor dunia yang menuangkan gagasan-gagasannya di atas lembar-lembar kertas Moleskine.
Salah satu peserta yang buku hariannya dipamerkan, Nia Dinata mengaku sudah lama menulis dengan Moleskine. "Koleksiku sampai setumpuk. Sejak masih kuliah di Amerika aku memang suka menulis diary di Moleskine. Tapi, memang sudah lama nggak pernah nulis lagi," ujarnya ketika ditemui di sela-sela pembukaan pameran tersebut.
"Makanya ketika diajakin ikut pameran ini, aku seneng banget. Nulis tangan itu lebih mengasyikan daripada mengetik di laptop," tambahnya.
Kebetulan, belakangan ini Nia tengah sibuk promosi film terbarunya, 'Arisan 2' keliling kota-kota di Indonesia. Sehingga isi buku hariannya didominasi cerita tentang serunya acara meet and greet para bintang 'Arisan 2' dengan penonton di kota-kota yang dikunjungi.
Enam koleksi Moleskine yang dipamerkan di 'Aksara' Pasific Place berisi cerita yang beragam sesuai profesi masing-masing pemiliknya. Laksmi Pamuntjak misalnya, yang selain dikenal sebagai penulis prosa dan puisi juga seorang penulis kuliner, banyak berkisah tentang kunjungannya ke berbagai restauran di Moleskine-nya.
Sedangkan, cerita seputar isu-isu bisnis banyak mewarnai halaman-halaman Moleskine Sandiaga Uno. Selain merupakan tempat mencurahkan gagasan dan curahan isi hati, Moleskine juga berfungsi sebagai "reminder" dan penanda aktivitas keseharian. Hal itu terlihat dari Moleskine Biyan yang berisi selipan-selipan potongan kain. Maklum, dia adalah perancang busana.
Adapun moleskine seorang arsitek seperti Andra Matin atau fotografer macam Indra leonardi bisa berisi gambar, ilustrasi, foto dan rancang-konsep dari proyek-proyek yang tengah mereka kerjakan.
Di era digital sekarang ini, semua orang sibuk dengan ujung jempolnya di atas gadget. Pameran koleksi Moleskine yang diprakarsai 'Aksara' ini bisa membangkitkan kembali tradisi dan gairah menulis catatan harian dengan tangan di atas kertas, yang seperti kata Nia Dinata, keasyikannya tak tergantikan.
(mmu/mmu)











































