Meninggalnya Heru Kesawa Murti dikonfirmasi oleh sahabat-sahabatnya sesama tokoh teater dari Yogyakarta, antara lain Butet Kartaredjasa yang tengah sibuk dengan program Indonesia Kita di Jakarta. Kepergian yang terbilang mendadak itu juga mengagetkan orang-orang yang dekat dengannya.
Sastrawan Agus Noor misalnya, mengungkapkan, semalam bersama kawan-kawan Teater Gandrik Heru masih saling bercanda dan ngobrol tentang rencana pentas. Kekagetan dan duka yang mendalam juga datang dari sutradara Hanung Bramantyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naskah dramanya yang terkenal antara lain 'Upeti', 'Buruk Muka Cermin Dijual' dan 'Brigade Maling'. Heru meninggalkan seorang istri, Muji Rahayu dan dua orang anak, Aditya Kameswara dan Surnia Sri Isyana.
Selain di teater, Heru juga berkiprah di panggung ketroprak dan film layar lebar. Ia bermain film antara lain dalam 'Anak-anak Borobudur' karya Arswendo Atmowiloto. Penampilan terbarunya di layar lebar lewat film 'Cewek Saweran' (2011) karya sutradara Eddie Cahyono.
Jenazah Heru Kesawa Murti saat ini disemayamkan di Padepokan Bagong Kussudihardja, dan rencananya akan dimakamkan di makam keluarga di Sembungan, Selasa (2/7/2011) siang. Selamat Jalan, Pak Bina!
(mmu/mmu)











































