Salah satu yang paling massal dan mencolok tentu saja batik. Namun, kain-kain tradisional dari daerah lain sebenarnya juga tak kalah elok untuk ditenggok. Ikat, tenun, lurik, jumputan, songket, tapis, adalah nama-nama corak kain tradisional Nusantara yang mungkin sudah tak asing lagi di telinga. Namun, mungkin banyak di antara masyarakat yang belum pernah melihat wujudnya, atau setidaknya belum benar-benar mengenali keindahannya.
Adi Wastra Nusantara 2011: Pameran Kain Tradisional Unggulan Nusantara yang tengah digelar di Hall A dan B Jakarta Convention Center merupakan salah satu upaya untuk lebih mendekatkan, dan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan, kain-kain tersebut. Jadi, jika ada yang masih penasaran dengan kain tenun yang tebal tapi lembut dan adem, tidak perlu jauh-jauh ke Flores.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu keunggulan kain-kain tradisional nusantara terletak pada nilai alaminya. Kain-kain itu dibuat dengan tangan, dan dioleh dengan pewarna alam. Tak heran jika harganya pun relatif mahal, namun harga tersebut sepadan dengan kualitas dan keelokannya. Tentu saja, tidak hanya kain-kain "mahal" yang bisa dijumpai di pameran tersebut. Kain-kain batik madura, batik pekalongan hingga batik tasikmalaya yang tergolong murah pun ada, yang umumnya dijual dengan harga Rp 100-an ribu per per ukuran satu baju.
Namanya pameran, tidak hanya bursa jual-beli saja yang ada di dalamnya. Berbagai acara lain juga digelar, seperti peragaan busana, demo produk tenun, talkshow batik ramah linkungan, hingga peluncuran buku.
Di bagian lobi, pengunjung juga bisa menyaksikan kain-kain yang dipajang, tidak untuk diperjualbelikan, melainkan sebagai karya seni yang bisa dipelajari. Terdiri atas batik pesisir pusaka Indonesia koleksi Hartono Sumarsono, kain tapis Lampung koleksi Stephanus Hamy dan seni serat koleksi Binarul Anas.
Pameran berlangsung hingga Minggu (19/6/2011). Tips untuk pengunjung, siapkan uang tunai sebanyak-banyaknya karena tidak ada transaksi dengan kartu. Dan, bersiaplah untuk kalap karena pasti susah menahan diri melihat betapa cantiknya kain-kain yang datang dari berbagai penjuru Nusantara itu.
(mmu/mmu)











































