Kala itu, saat bekerja bahkan di saat mengaji, sepakbola selalu menjadi menu utama perbincangan. Seluruh kampung, tua muda berkumpul bagai sebuah keharusan demi melihat pertandingan sepakbola.
Namun, pemain-pemain Tanah Air selalu dipaksa kalah dalam setiap turnamen melawan kompeni. Pengaturan skor, penyuapan wasit kerap mewarnai persepakbolaan negeri ini. Bahkan hingga saat ini isu tindakan curang seperti itu tak pernah hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecintaan Ikal pada bola menurun dari sang ayah, yang harus berjalan pincang karena kebiadaban penjajah. Sang Ayah dianggap seorang perusak kehormatan penjajah melalui permainan bola. Seorang pemuda kala itu yang mengobrak-abrik pertahanan kesebelasan kompeni.
Novel ketujuh Andrea Hirata itu juga menceritakan bagaimana para penggila bola rela melakukan apapun demi klub pujaannya. Sedikit lecutan tentunya untuk PSSI yang sampai sekarang masih kisruh terus, ribut melulu.
Andrea menghabiskan waktu dua tahun untuk menyelesaikan novel dengan bahasa bergaya santai ini. Dalam bundel novel itu juga terdapat keping CD, di dalamnya berisi 3 lagu karya Andrea Hirata yang semuanya bertema tentang sepakbola.
(nu2/mmu)











































