Judul lengkap novel itu adalahΒ '9 Summers 10 Autumns: dari Kota Apel ke The Big Apple'. Dari sub-judulnya saja mudah ditebak, ini memang cerita tentang sebuah perjalanan menuju kesuksesan. Kota Apel merujuk pada Malang. Ya, ini kisah tentang seorang anak supir angkot dari sebuah kota di Jawa Timur yang sukses meniti karier di perusahaan besar di jantung Amerika Serikat. Menjual mimpi?
"Bermimpi itu boleh. Tapi yang tak kalah penting adalah bagaimana kita mengeksekusi mimpi itu. Bangun dari mimpi dan mulailah bekerja," jawab Iwan ketika ditemui di acara peluncuran novelnya tersebut diΒ Oyster, Plaza Senayan, Kamis (24/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ibu saya tahu bagaimana cara membelah 1 telur untuk 3 anaknya yang masih kecil. Ibu saya tahu berapa liter nasi yang harus di masak dan bisa habis tanpa tersisa saat dimakan oleh suami dan 5 anaknya," kenangnya.
Iwan juga mengisahkan perjuangannya untuk bisa kuliah di IPB dan memperoleh pekerjaan hingga menjadi seorang direktur dengan gelar lulusan terbaik. Bahasa yang dipakai Iwan untuk menulis buku tersebut ringan dan mudah diikuti. Pembaca seperti membaca sebuah buku harian atau seperti mendengarkan teman yang bercerita.
Lalu, bagaimana ceritanya, Iwan yang telah menjawab sebagai direktur di New York itu kini bisa berada di Tanah Air dan meluncurkan novelnya?
Iwan memang telah melepas jabatan sebagai Director Internal Client Management di Nielsen Consumer Research. "Tak selamanya gemerlap lampu-lampu New York dapat mengobati kerinduan rumah kecil dan tanah air saya," ujarnya diplomatis.
Pria kelahiran Batu, Malang 2 Desember 1974 itu memutuskan kembali ke Indonesia pada tahun ke-10 kariernya di New York. Kepulangan itu menjadi momen reflektif bagi lulusan Fakultas MIPA IPB pada 1997 itu. Ia ingin berbagi cerita dan memberi inspirasi kepada masyarakat luas. Maka, lahirlah novel yang kemudian diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama itu.
(mmu/mmu)










































