Novel karya Ratna itu berjudul 'Maluku Kobaran Cintaku'. Novel tersebut membawa pesan tentang toleransi, dan pentingnya menghormati sesama. Untuk menandai peluncurannya, Ratna akan menggelar diskusi bertajuk 'Hancurnya Kehidupan Multikultural Kita' di Lobi Teater Jakarta, Jumat (11/3/2011) mulai pukul 15.30 WIB.
Diskusi akan menampilkan pembicara Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif dari Muhammadiyah, Pdt. Gomar Gultom dari Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia dan Usman Hamid SH dari Kontras. Agaknya, Ratna memang besar-besaran menggelar acara peluncuran novelnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentang novelnya sendiri, Ratna mengatakan,Β kekerasan bernuansa agama yang terjadi di Maluku sepuluh tahun silam mestinya menjadi pelajaran berharga bagi bangsa ini. Namun, berbagai kasus serupa, meski tidak sebesar kasus Maluku, masih terus terjadi.
"Kelompok-kelompok masyarakat atas nama agama tertentu masih dengan semena-mena merusak fasilitas peribadatan agama lain, bahkan menghilangkan nyawa manusia. Kenyataan itu tidak bisa kita biarkan," ujar Ratna dalam pernyataan pers-nya.
Selain menampilkan pembacaan cuplikan karya, acara peluncuran novel tersebut juga akan dimeriahkan dengan tari dan musik tradisi Maluku, paduan suara dan hiburan lainnya yang antara lain menghadirkan penyanyi Glenn Fredly.
(mmu/mmu)











































