Sang sutradara Rusdy Rukmarata memberikan gambaran secara umum sentuhan lebih yang akan ia berikan di pentas produksi EKI Dance Company dan Kompas Gramedia itu. Secara alur cerita, JRL masih mengusung tema realita kehidupan Jakarta. Namun, kacamata Rusdy akan melihat keadaan Jakarta secara berbeda saa ini.
"Keadaan Jakarta saat ini sudah berubah, bagaimana kehidupan masyarakatnya, anak mudanya. Sekarang ada istilah anak alay. Jika berubah seperti itu, tentu konflik akan semakin bertambah, kami sesuaikan," ujar Rusdy dalam keterangan persnya di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (17/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tarian ini lebih komunikatif, greget, dan banyak variasi. Makanya kita juga menambah orang, namun tanpa mengurangi penari yang lama. Kita merombak tarian-tarian yang sudah fix pada pertunjukan tahun lalu, misalnya nanti kita akan ada tari mangkok, pengembangan dari tari piring. Tapi, tari mangkok itu akan diiringi sama hip hop," jelas pria berkacamata itu.
Cerita, tarian... lalu ada lagi yang berubah, yaitu musik yang mengiringi pentas yang durasinya akan bertambah 10 menit, menjadi pas 2 jam itu. Sedikitnya, 18 lagu akan dipakai di pertunjukan yang tetap dibintangi Sarah Sechan, Bayu Oktara, Uli Herdinansyah, Arie Dagienk, Ira Duaty, Yayu Unru, Takako Leen, Ari Prajanegara dan Felicia Chitraningtyas itu.
"Untuk musik tidak berubah banyak, hanya disempurnakan saja, cuma sekitar 40 persen . Tapi, ada yang lebih modern dan canggih lagi, yaitu setting panggung. Kita telah memprogram tata cahaya yang akan membuat pandangan penonton akan lebih hidup," lanjut Rusdy.
Sudah kebanyang perubahannya? Kurang? Oke, Rusdy sedikit membocorkan bagian-bagian yang jauh berbeda dibandingkan dengan cerita sebelumnya. Misalnya saja tokoh Ibu Hudy yang diperankan mantan VJ MTV Sarah Sechan. Pada JLR tahun lalu, Ibu Hudy hanya mempunyai anak satu, yaitu Nala. Namun di JLR 2011 kali ini Ibu Hudy mempunyai 3 anak.
"Jadi kebayang, lebih kompleksnya Ibu Hudy ini dengan beberapa anaknya nanti. Apalagi dia ini karakternya ambisius, bossy, punya butik, dan memegang kendali di rumah. Dia juga overprotective pada tiga anaknya nanti," kata Rusdy.
Dari segi setting cerita, Rusdy juga akan lebih menyesuaikan dengan kenyataan. Misalnya, setting tempat berkumpul kaum anak elit yang sebelumnya di mal, nanti akan pindah di lantai 20 sebuah apartemen. "Jadi lebih elit, tapi mereka sebenarnya terisolir dengan pembatasan ruang gerak kan," ujarnya.
(ebi/mmu)











































