Pentas tari 'Tjap Merah' akan digelar di GoetheHaus, Menteng, Jakarta, Jumat (21/1/2011) pukul 19.30 WIB. Pergelaran ini merupakan bagian dari festival 'Indonesia & The World 1959 - 1969: A Critical Decade' yang digelar sejak 18 hingga 21 Januari 2011. Selain pertunjukan tari, pameran karya seni (komik, instalasi video, mural, dokumentasi, replika) juga mewarnai acara itu.
'Tjap Merah' menelisik kembali nasib para anggota Gerwani, organisasi perempuan modern pertama di Tanah Air yang aktif antara 1950 dan 1960. Para anggota Gerwani terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, dari intelektual sampai buruh dan petani. Mereka berhimpun untuk berjuang bersama kaum laki-laki merebut hak-hak sosial- politik. Setelah Soekarno jatuh melalui peristiwa yang sering disebut sebagai G30S, Gerwani dianggap bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI) sehingga para anggotanya diburu, dipenjara bahkan dibunuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vincentius lahir di Surabaya, 19 September 1987. Belajar menari sejak kecil, kini ia sedang menempuh ujian akhir S-1 pada Fakultas Seni Pertunjukan - Jurusan Tari, Institut Kesenian Jakarta yang sekarang sedang mempersiapkan ujian akhir S1. Sebagai penari, ia terlibat dalam produksi berbagai karya tari maupun teater. Beberapa karya pun telah diciptakannya, antara lain 'Teenage' (2006), '2getter' (2006), 'Nyak' (2006), 'Undercover' (2008) dan 'A Thrill of Hope' (2010).
'Tjap Merah' (2010) sebelumnya telah dipentaskan di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail , Jakarta dalam acara 'Pekan Melawan Lupa', 4 Oktober 2010. (mmu/hkm)











































