Ya, ternyata Puteri Indonesia 2005 yang selalu terlihat feminin adalah perempuan yang tomboy dan cuek dengan penampilan. Nadine mengaku kalau feminin bukan sifat aslinya, melainkan bagian dari perannya sebagai model sekaligus pemain film. Lihat peran Nadine sebagai Sandra, perempuan gothic tapi cantik di film 'Realita, Cinta dan Rock 'n Roll', itulah Nadine sebenarnya.
"Aku itu sebenarnya tomboy banget dan suka pekerjaan yang berbau dengan kekuatan," akunya saat berbincang dengan detikhot belum lama ini di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sifat tomboy Nadine mulai berkurang saat dirinya ditantang memakai sepatu tinggi oleh ayahnya sewaktu SMP. Mulai pada saat itu Nadine belajar menjadi perempuan seutuhnya dan mencoba peruntungan dengan mengikuti casting sebagai model.
Dewi fortuna mulai berpihak kepada gadis yang fasih berbahasa Jerman itu pada 2002. Nadine yang saat itu masih duduk di bangku SMU memenangkan kontes pemilihan model cover majalah remaja. Mulai saat itulah ia menginjakkan kakinya di dunia keartisan.
Selanjutnya, dara kelahiran Hannover, 8 Mei 1984 itu mulai menjadi ikon produk kecantikan dan bermain di film pertamanya 'Realita, Cinta dan Rock 'n Roll' bersama Vino G. Bastian. Karirnya terus meningkat, kehidupan pibadinya pun menjadi buruan wartawan media cetak dan elektronik.
Walaupun terbilang sukses menjadi artis, siapa yang sangka bahwa profesi tersebut bukan cita-cita Nadine sedari kecil. Awalnya cita-cita Nadine menjadi seorang dokter anak, karena ia suka dengan anak-anak.
Namun takdir berkata lain, Nadine melupakan cita-cita itu dan mendadak cinta dengan dunia seni. Dunia baru itu pula yang menghantarkan Nadine Chandrawinata menjadi seorang Puteri Indonesia.
Bagaimana sepak terjang Nadine Chandrawinata yang tomboy hingga menjadi seorang puteri? Baca Lanjutannya!
(ebi/yla)











































