βKita mau coba menyebar semangat ke teman-teman semua di tahun baru bahwa kegagalan itu biasa dan semua orang pernah mengalaminya. Banyak kesuksesan tercipta setelah melalui kegagalan besar. Tema βHari Baruβ paling keluar dari jalur cinta yang biasa kita buat,β kata Nino saat ditemui di kantor Orange Ent. di daerah Cipete, Jakarta Selatan (18/2).
βProses pengerjaan lagunya sendiri cepat banget. Dari konsep awal sampai rekaman selesai, paling dua minggu. Mungkin karena ini sesuatu yang jarang kita lakukan, sesuatu yang baru dan seru jadi lebih cepat selesai,β sambung Asta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syuting video klip βHari Baruβ dilakukan di Bali selama empat hari pada awal Januari. Mengambil lokasi di dua tempat, Seminyak dan Candi Dasa. βCandi Dasa letaknya agak jauh yakni sekitar 2,5 jam jika ditempuh dari Denpasar. Tempatnya kayak villa dan bagus banget. Di belakang bisa langsung nyambung ke pantai. Tiap hari kita selalu dapat sunrise dan sunset yang bagus. Ini syuting video klip kita yang paling lama karena ngejar mataharinya,β cerita Asta.
Kesibukan RAN syuting video klip, mempromosikan single terbarunya dan rekaman album keempat tak membuat mereka lupa untuk selalu berbagi momen seru dengan para fansnya. βRAN sangat dekat dengan RANers. Kemana-mana kami suka update kabar dengan upload foto di social media seperti Path, Instagram, Twitter, Facebook. Update sosmed pakai Samsung Galaxy S III Mini enak karena ringkas,β papar Asta.
βUntuk foto juga enak banget. Tiap mau manggung atau kadang pas lagi manggung, kita suka foto pake Best Shot karena sekali jepret bisa langsung capture 8 foto. Kalau lagi buru-buru kan enggak bisa foto ulang. Sekali jepret, mau gayanya lagi gimana at least dari 8 foto bisa dapat 1 foto yang paling bagus,β imbuh Rayi yang suka desain slim Samsung Galaxy S III Mini karena praktis saat disimpan di kantong.
Gaya hidup RAN yang aktif dan mobile membuat mereka lebih sering menghabiskan waktu di jalan. βKita orangnya menclok sana sini jadi butuh gadget yang konektivitasnya cepat. Mau lihat apa-apa, cepat. Samsung Galaxy S III Mini mendukung banget,β kata Nino. Dia merasa fitur Direct Call sangat bermanfaat karena sering dapat SMS ketika sedang menyetir dan harus menelepon balik.
RAN mengaku salah satu alasan mereka jatuh cinta dengan Samsung Galaxy S III Mini adalah kecepatan prosesor dan responsivitas sistem operasi terbaru Android, Jelly Bean. βJaman sekarang kita sering multitasking, banyak aplikasi yang dibuka sekaligus. Maka kita butuh smartphone yang enggak lemot dan user interface lebih responsif,β jelas Asta yang sangat suka memainkan Angry Birds di Samsung Galaxy S III Mini-nya itu.
Rayi pun merasakan hal serupa. βUntuk main game, smartphone harus responsif supaya lebih puas,β kata penggemar game Onet ini. Sementara Nino paling suka dengan kemudahan men-download berbagai aplikasi gratis di Google Play Store. βGue suka aplikasi Flipboard karena bisa lihat berbagai artikel sesuai kebutuhan dan minat kita. Kapan pun gue bisa tahu apa yang sedang update dari seluruh dunia dan sudah disortir oleh Flipboard,β jelas Nino.
βKita suka nonton video dari YouTube untuk referensi bermusik. Fitur Smart Stay berguna banget buat nonton video supaya layarnya enggak mati dan kita harus pencet lagi baru nyala. Sepanjang mata masih natap layar S III Mini,β imbuh Asta. Nino menambahkan, kelebihan Samsung Galaxy S III Mini lainnya adalah kemudahan memindahkan foto atau lagu dari ponsel ke PC/laptop maupun sebaliknya.
Sejak move on ke Samsung Galaxy S III Mini, RAN jadi makin siap menjalani βHari Baruβ di tahun 2013. Aktivitas mereka sehari-hari jadi lebih fun berkat fitur-fitur unggulan Samsung Galaxy S III Mini. RAN pun memiliki pesan untuk RANers dan pembaca detikHot. βTungguin album kita yang baru, beli CD original dan move on dari gadget-mu yang lama ke Samsung Galaxy S III Mini,β pungkas Rayi.
Think Big, Think Mini.
(adv/adv)











































