Cuaca di Kota Wina sedang cerah di akhir September, meskipun suhu menunjukkan angka 13 derajat Celcius. Sejak pagi, tim produksi dan cast bersiap menuju bukit Kahlenberg di Wina untuk merekam beberapa adegan dalam film yang diarahkan sutradara Guntur Soeharjanto itu.
detikHOT berkesempatan melihat langsung suasana syuting yang menyuguhkan pemandangan visual cantik kota Wina dari ketinggian. Kahlenberg adalah daerah pegunungan di Wina yang masih menjadi bagian kecil dari gugusan Alpen yang mengitari 7 negara Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adegan di Bukit Kahlenberg menjadi salah satu bagian penting yang diceritakan dalam buku berjudul sama karya Hanum Rais dan Rangga Almahendra. Diceritakan, kedua karakter tersebut menuju Kahlenberg untuk menapaki jejak sejarah Islam di masa lalu. Di bukit itulah Dinasti Ottoman dari Turki terusir oleh tentara Jerman dan Polandia lebih dari 300 tahun lalu.
Karakter Hanum diperankan oleh Acha Septriasa, sementara sang suami Rangga dimainkan oleh Abimana Aryasatya. "Karakter Hanum ini dia adalah seorang istri yang menyusul suaminya ke Wina untuk menyelesaikan studi. Awalnya dia di sini hanya bertugas sebagai ibu rumah tangga saja tapi ternyata seiring berjalan waktu dia ngerasa bosan, sebelumnya dia kan kerja sebagai reporter," jelas Acha kepada detikHOT di sela-sela syuting.
Menjalani hidup sebagai orang muslim di negara yang bisa dibilang sekuler, justru membuat karakter Hanum makin memegang teguh ajaran agamanya. Apalagi ia mendapat pencerahan dari karakter Fatma (Raline Shah), muslim Turki yang mejadi sahabatnya selama hidup di negara orang.
Sikap Fatma dalam menghadapi tindakan diskriminatif, dan prinsip hidupnya sebagai muslim, membuat Hanum tergerak untuk turut menjadi agen muslim yang baik. Menunjukkan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin, dimulai dari tindakan kecil dari diri sendiri. Mulai dari menebar senyum, hingga selalu bersikap jujur.
"Fatma juga yang memberitahukan tentang '99 Cahaya di Langit Eropa' ini bahwa banyak sejarah-sejarah peninggalan Islam yang ternyata tidak diketahui, di Wina secara khususnya," lanjut Acha.

Karena pernah bekerja sebagai seorang reporter, karakter Hanum juga melakukan penelusuran tentang sejarah Islam di Eropa, yang menuntunnya ke negara-negara lain untuk memuaskan rasa keingintahuannya yang besar.
"Film ini membahas juga Cordoba, banyak mesjid, ada blue mosque juga. Pokoknya Eropa itu bukan sekadar tempat jalan-jalan, ternyata banyak sejarah mendalam tentang Islam," tambahnya.
Dalam film ini, Acha juga dituntut untuk mahir berbahasa Jerman. Bagaimana upayanya agar cas cis cus di depan kamera? Simak terus laporan detikHOT.
(ich/mmu)