Penari Indonesia TV7
Rumahnya Roboh, Enggar Keukeuh Nari
Senin, 05 Jun 2006 11:53 WIB
Jakarta - Enggar Pramesti Sukotjo. Finalis penari Indonesia itu salah satu korban gempa Yogya. Enggar harus kehilangan rumah sekaligus kakeknya. Meski begitu, ia tak putus harapan. Enggar keukeuh menari.Saat gempa 5,9 skala ricther mengguncang Yogya, dara kelahiran 18 Mei 1982 itu sedang tertidur pulas di rumahnya di Jl. Parangtrititis Km 3,5 Bantul. Sedang asyik tertidur, tiba-tiba ia merasakan goncangan hebat. "Aku langsung lari sampai jatuh-jatuh. Belum sempat keluar rumah, rumahku sudah roboh," cerita Enggar dengan logat Jawa khas ditemui detikhot di restauran Front Row, Senayan, Jakarta belum lama ini.Gempa dahsyat itu tak hanya membuat Enggar kehilangan rumah, ia juga harus merelakan kakeknya yang meninggal karena tertimpa atap. "Kakek ku memang lagi sakit, jadi dia mungkin nggak kuat lari," ucapnya sendu.Enggar sempat pesimis keikutsertaannya sebagai salah satu finalis Penari Indonesia TV7 dibatalkan. Di saat dirinya berpasrah diri, tim TV7 ternyata datang berkunjung dan tetap memintanya untuk ikut ke Jakarta.Bersama 21 finalis lain mulai Rabu (7/6/2006) pukul 21.00 WIB mendatang, Enggar akan memamerkan kemapuan menarinya di acara 'Gemerlap Penari Indonesia'. Cewek yang sempat tinggal di pengungsian itu akan berusaha untuk menjadi yang terbaik dan membawa kebahagiaan untuk keluarganya di Yogya. (eny/)











































