Audisi Penari Indonesia
Terpilih, 4 Penari Berbakat Surabaya
Kamis, 11 Mei 2006 09:49 WIB
Surabaya - Ajang kompetisi Penari Indonesia yang digelar TV7 menggelar audisi di kota kedua, Surabaya pada Selasa (9/5) dan Rabu (10/5/2006). Peserta yang ikut audisi memang terbilang jauh lebih kecil, hanya 86. Padahal, menurut Batara Anggasani Humas TV7, sebanyak 350 formulir telah habis diserbu peminat.Kendati demikian, audisi berlangsung cukup meriah dengan aksi para penari yang tak jarang menimbulkan tawa pengunjung Club Q, Surabaya yang dijadikan tempat audisi.Pada audisi hari pertama, Selasa (9/5/2006) para juri yang terdiri dari Denny Malik, Ari Tulang, Acan Rachman, dan Ati Ganda memilih 26 peserta. Mereka kemudian diadu kebolehan menari, hingga tersisa 10 peserta.Kesepuluh peserta ini lalu diuji kecepatan beradaptasinya. Denny Malik dan Ari Tulang mengajarkan sebuah koreografi baru kepada 10 besar peserta, mereka pun dituntut menghafal gerakan dan mempraktekannya di tempat.Akhirnya, para juri harus memilik 4 dari 10 peserta untuk dibawa pulang ke Jakarta. Mereka adalah Deddy Galih Aryotomo, Syarif Hidayat Gama Saputra, Aprilia Pangestuti, dan Elita Pujiastuti."Aku nggak nyangka bisa ikut ke Jakarta. Yang pasti aku akan berusaha lebih keras lagi nantinya," ungkap Aprilia dalam logat Surabaya yang kental saat ditemui usai audisi, Rabu (10/5/2006) malam.Keempat peserta yang lolos audisi Surabaya ini dijadwalkan akan berangkat ke Jakarta akhir Mei 2006. Mereka kemudian akan dilatih dan diadu melawan para peserta lain yang lolos dari audisi di kota Jogjakarta, Bandung, Bali, Jakarta. Hingga sampai pada babak Grand Final di bulan Agustus mendatang.Dalam sebuah kompetisi, ada yang menang dan ada yang kalah. Lalita Atikandhari yang diprediksi oleh banyak peserta audisi akan lolos ke Jakarta harus rela pulang tanpa hasil. "Mereka memang bagus-bagus semua. Ini berarti aku harus berlatih lagi," ujar mahasiswi UGM ini.Lalita ternyata jauh-jauh datang dari Jogjakarta untuk ikut audisi di Surabaya. Jika di Jogja Lalita berhasil masuk 10 besar, prestasi yang sama pun diraihnya di Surabaya. Sayang penari berbakat ini harus kembali ke kampung halamannya, dan batal ikut ke Jakarta. (dit/)











































