Audisi Penari Tak Takut Digoyang RUU APP
Selasa, 09 Mei 2006 12:28 WIB
Jakarta - Ajang audisi Kompetisi Penari Indonesia mulai digelar sejak 6 Mei 2006 lalu. Kendati dibayang-bayangi RUU Aksi Pornografi dan Pornoaksi (APP) pihak TV7 sebagai penyelenggara pantang mundur. Nggak takut didemo?Bicara penari, mau tak mau pasti terkait dengan lenggak-lenggok tubuh mereka di atas panggung. Kendati kini RUU Aksi Pornografi dan Pornoaksi (APP) ramai dibicarakan, pihak TV7 sebagai penyelenggara optimis acara reality show baru mereka ini tak akan terhambat olehnya."Kami tidak khawatir. Malah kami berkeyakinan jika dilakukan oleh orang-orang yang berkompeten, kita malah bisa meluruskan interpretasi dan praktik yang melenceng," jelas Raya Fahreza, programming TV7 dalam jumpa pers di Waterfront, Surabaya Senin (8/6/2006) petang.Kendati demikian, Raya menjanjikan sebuah reality show yang menghibur. "Kita tetap ikuti rambu dan norma yang ada. Tapi kalau terlalu dingin juga jadinya tidak menghibur. Pokoknya kita buat yang seksi tapi tidak seductive," lanjutnya.Pihak juri sendiri pun bersikap vokal, dan tak mau ambil pusing soal RUU APP. "RUU bukan urusan kita, tapi kita harus memberi batasan. Soal busana kita punya tim khusus juga," terang Ati Ganda.Hal senada pun diungkapkan oleh juri lain, Acan Rachman. "Nggak selalu yang terbuka itu menarik. Sensualitas tidak mutlak harus kita tampilkan. Kekuatannya lebih pada teknik bukan sensualitas," jelasnya. (dit/)











































