George Floyd Tewas, Serial TV soal Polisi Dihentikan Usai 31 Tahun

Indah Mutiara Kami - detikHot
Rabu, 10 Jun 2020 08:41 WIB
Mural penghormatan untuk George Floyd (AFP/JOHANNES EISELE)
Foto: Mural penghormatan untuk George Floyd (AFP/JOHANNES EISELE)
Jakarta -

Gelombang protes atas kematian George Floyd yang tewas dibunuh polisi berimbas pada tayangan TV. Reality show tentang polisi berjudul 'Cops' akhirnya dihentikan.

Dilansir Entertainment Weekly, Rabu (10/6/2020), keputusan ini diambil oleh Paramount Network. Serial kriminal ini sebenarnya sudah tidak ditayangkan sementara selama aksi protes kematian George Floyd berlangsung di Amerika Serikat.

Kini, Paramount Network memastikan bahwa serial itu diakhiri secara permanen.

"Cops tidak ada lagi di Paramount Network dan kami tidak berencana mengembalikannya ke layar kaca," kata juru bicara jaringan tersebut.

'Cops' sebenarnya sudah memasuki musim ke-33 dan sudah memiliki lebih dari 1.110 episode. Serial ini tayang sejak 1989 selama 25 tahun di Fox.

Pada tahun 2013, Fox menghentikan tayangan itu lalu dilanjutkan oleh Spike TV. Pada tahun 2018, Spike TV berubah menjadi Paramount Network.

'Cops' sudah menjadi kontroversi selama beberapa dekade. Sebuah studi pada tahun 1994 menemukan bahwa penonton serial itu lebih mengasosiasikan warga kulit hitam dan cokelat sebagai pelaku kriminal dibanding warga kulit putih. Studi tahun 2004 menyimpulkan tayangan itu cenderung rasis.

Pada tahun 2018, pembuat 'Cops' mengatakan mereka sudah menyesuaikan serial itu dengan melibatkan polisi yang lebih beragam.



Simak Video "2 Tahun Kematian George Floyd, Biden Tanda Tangani Perintah Eksekutif "
[Gambas:Video 20detik]
(imk/doc)