'Pretty Little Liars' Angkat Persoalan Perundungan di Dunia Maya

ADVERTISEMENT

'Pretty Little Liars' Angkat Persoalan Perundungan di Dunia Maya

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Rabu, 22 Apr 2020 18:19 WIB
pretty Little Liars Indonesia
Foto: (dok.VIU)
Jakarta -

Serial adaptasi 'Pretty Little Liars' versi Indonesia tayang mulai hari ini, Rabu, 22 April 2020 di Viu. Emil Heradi yang sebelumnya dikenal menggarap film 'Night Bus' menjadi sutradara dari serial tersebut.

Mirip dengan versi aslinya, 'Pretty Little Liars' berkisah tentang persahabatan yang terusik sejak salah satu dari mereka menghilang dan ditemukan meninggal. Sejak itu teror demi teror menghampiri empat orang yang tersisa.


Sejumlah nama didapuk untuk membintangi serial itu, mereka adalah Anya Geraldine sebagai Hanna, Yuki Kato sebagai Alisa (Alison dalam versi asli), Valerie Thomas sebagai Sabrina (Spencer dalam versi asli), Shindy Huang sebagai Aria dan Eyka Fahrana sebagai Emma (Emily dalam versi asli).

Menurut para pemain 'Pretty Little Liars', serial itu bukan hanya menampilkan kisah dengan bumbu drama dan misteri, tapi juga membicarakan persoalan perundungan di dunia maya yang kini kerap terjadi kepada remaja.

Shindy Huang menilai, hal itu adalah isu yang penting untuk dibicarakan dalam sebuah karya. "Aku rasa cyberbullying adalah hal yang sangat serius, itu bisa terjadi pada siapapun, dimanapun," ungkapnya dalam konferensi pers digital, Rabu (22/4/2020).

"Bila ini terjadi padamu, cobalah bercerita pada seseorang. Bila kamu pernah melakukan bully, sadarilah itu tidak keren, itu berbahaya," ujar Shindy lagi.

Serupa dengan pendapat Shindy, Valerie Thomas juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, dua hal yang digarisbawahi dari cerita serial tersebut adalah persahabatan dan isu perundungan di dunia maya. Selain itu, ia menganggap, dua persoalan itu juga ada kaitannya dengan bagaimana perempuan saling mendukung satu sama lain agar menjadi berdaya.

"Aku rasa ini relevan karena ada pesan besar yang harus disampaikan yaitu mengenai cyberbullying. Aku pikir saat ini sangat penting untuk bisa membicarakan dan bicara pada orang lain mengenai hal itu," kata Valerie.

"Dalam serial ini, cyber bullying dan persahabatan jadi tema besar. Dua hal itu adalah dua hal yang menjadi pembicaraan dalam narasi pemberdayaan perempuan. Bagaimana dengan persahabatan kita bisa memberdayakan sesama dan bagaimana cyber bullying masih sering terjadi dan salah satu cara mengatasinya adalah saling menguatkan dengan sahabat," urainya lagi.


Meski masih mengusung tema dan garis besar yang sama dengan serial versi aslinya, namun menurut Valirie Thomas ada beberapa perubahan yang diperlukan dalam versi adaptasi tersebut.

"Pastinya ada cerita yang berubah mengingat budaya kita sebagai orang Asia. Karena kita adalah orang Asia kita juga harus menghargai apa yang ada di sini," ucapnya.



Simak Video "Cara Pemain Bangun Kemistri di Pretty Little Liars: Original Sin"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT