Kekerasan Dalam Sinetron Meresahkan

Polling detikhot

Kekerasan Dalam Sinetron Meresahkan

- detikHot
Rabu, 23 Nov 2005 15:44 WIB
Kekerasan Dalam Sinetron Meresahkan
Jakarta - Bukan satu dua kali di salah satu media massa nasional Indonesia beberapa anggota masyarakat menyatakan keberatannya akan kekerasan di sinetron. Mereka mengklaim kekerasan yang dijual mempengaruhi perilaku anak-anak. Bahkan anak usia 5 tahun sudah pandai memarahi yang lebih tua.Namun sebaliknya, pihak stasiun TV dan rumah produksi tampaknya kurang memperhatikan hal tersebut. Mereka meyakini tayangan tersebut disukai oleh masyarakat, terbukti dengan rating di atas .Dengan begitu, rumah produksi terus saja memproduksi sinetron yang memperlihatkan adegan kekerasan. Walau temanya 'pasaran', mereka terus saja membuat sinetron sejenis itu.Misal MD Entertainment. Di sinetron 'Bawang Merah Bawang Putih' adegan kekerasan cukup sering terlihat. Contohnya adegan pemukulan dan penyiksaan pada tokoh Alya/Bawang Merah (Revalina Temat) yang dilakukan oleh ibu dan adik tirinya.Menanggapi protes soal tema kekerasan di sinetron produksinya, Bos MD Entertainment, Manoj Punjabi, optimis pemirsa tidak akan jenuh menyaksikan hal tersebut. Menurutnya, masyarakat menyukai tema seperti itu."Kita membuat sinetron berdasarkan minat masyarakat. Kalau tidak, mana laku. Soal kekerasan, tanpa kekerasan bagaimana kita tahu ada kebaikan," ucapnya saat jumpa pers di kantor MD Entertainment, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.Pandangan SCTV pun tak jauh berbeda. Menurut Asisten Direktur Utama SCTV, Sumi, sinetron semacam itulah yang diminati masyarakat. Soal bagaimana kemasannya, itu tergantung dari rumah produksi masing-masing. Dia membandingkannya dengan 'Kiamat Sudah Dekat' produksi Deddy Mizwar."Kiamat Sudah Dekat yang diproduksi oleh Pak Deddy Mizwar bukan hal yang dibuat secara instan. Dia harus observasi dengan keadaan di masyarakat. Ya, tentu itu yang membuat sinetronnya lebih membumi dengan masyarakat Indonesia," tuturnya di tempat yang sama.Lalu, bagaimana pendapat pembaca detikhot tentang kekerasan di sinetron? Berdasarkan polling yang diadakan 16-23 November 2005, mayoritas memandang kekerasan dalam sinetron sudah meresahkan. Dari total 938 responden, 92,75% yakni 870 orang menyatakan hal itu. Sementara itu, yang memandang kekerasan dalam sinetron cukup wajar ada 29 orang, yakni hanya 3,09%. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan yang tidak peduli, yaitu 39 responden (4,16%).Berikut hasil polling Kekerasan Dalam Sinetron:Meresahkan 870 (92.75%)Wajar 29 (3.09%)Tidak Peduli 39 (4.16%)Total: 938 (ana/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads