detikHot

tv-news

'Russian Doll': Mencari Arti Hidup Melalui Kematian

Jumat, 15 Mar 2019 12:59 WIB Candra Aditya - detikHot
Foto: Russian Doll (imdb.) Foto: Russian Doll (imdb.)
Jakarta - Time loop bukan lagi sebuah tema yang asing dalam dunia sinema. Salah satu yang paling terkenal mungkin adalah Groundhog Day yang dibintangi oleh Bill Murray.

Dalam film tersebut Bill Murray terjebak di hari yang sama dan akhirnya belajar untuk menjadi orang yang less annoying dan mendapatkan cinta Andie McDowell. Premis ini ternyata cukup fleksibel sehingga akhir-akhir ini kita melihatnya di berbagai jenis genre.

'Edge of Tomorrow' menggunakannya dalam sebuah blockbuster action sci:fi dengan Tom Cruise dan Emily Blunt sebagai komandannya. Zoey Deutch merasakan hal yang sama dalam sebuah film remaja yang diangkat dari novel best-seller berjudul 'Before I Fall'.

Dan kemarin kita menyaksikan 'Happy Death Day 2U' yang seperti film pertamanya menceritakan tentang seorang perempuan yang kembali menjalani hari yang sama setelah ia dibunuh oleh sosok yang misterius.

Dengan genre yang berbeda konvensi time loop ini memberikan nuansa yang berbeda. Tetapi pertanyaannya selalu sama: apa yang membuat hal ini terus terjadi dan apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan ini? 'Russian Doll', sebuah serial komedi karya Natasha Lyonne, Leslye Headland dan Amy Poehler, menggunakan premis ini untuk menceritakan tentang trauma masa lalu.

'Russian Doll': Mencari Arti Hidup Melalui KematianFoto: Russian Doll (imdb.)



Menikmati 'Russian Doll' paling enak ketika Anda tidak tahu apa-apa mengenai serial ini. Secara singkat ceritanya adalah tentang seorang programmer bernama Nadia (Natasha Lyonne) yang hari itu menjalani hari yang sama di hari ulang tahunnya setelah mati berulang-ulang. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Alan (Charlie Barnett) dan sedikit petunjuk muncul di permukaan.

Bagi Anda yang menonton serial hits Netflix lainnya yang berjudul 'Orange Is The New Black', sosok Natasha Lyonne pasti bukan figur yang asing di mata Anda. Sejak periode 90-an, Lyonne sering muncul di film-film remaja. Kini namanya makin bersinar, terutama dengan kesuksesan 'Orange Is The New Black'.

Dalam 'Russian Doll', Lyonne tidak hanya memegang kendali dengan penuh secara kreatif tapi ia juga mengarahkan 'Russian Doll' ke tempatnya yang berada. Lyonne membentuk Nadia dengan komitmen yang tinggi sehingga karakter ini stuck di kepala Anda bahkan setelah Anda menyelesaikan ke-8 episodenya.

Seperti serial masa kini, Nadia bukanlah karakter yang suci. Dia tiga dimensional. Ada banyak hal yang membuatnya gampang untuk dicintai sekaligus kita benci. Tapi Lyonne membawakannya dengan begitu baik sehingga semakin dalam kita menyelami hari-harinya (atau upayanya untuk keluar dari time loop), semakin kita bersimpati dengannya. Chemistrynya dengan pemain-pemain lain juga sangat baik sehingga dunia Nadia terbentuk dengan sangat real.

Dengan tiga kreator yang mempunyai gaya yang berbeda serial ini bisa saja menjadi tontonan yang asing untuk ditelan. Tapi kenyataannya jauh dari tersebut. Tidak hanya 'Russian Doll' menggunakan keanehannya menjadi identitas tersendiri tapi tiga sensibilities tersebut justru bercampur menjadi sebuah kesatuan yang menyenangkan.

Secara visual 'Russian Doll' terasa sangat stylish. Komedinya cukup kuat dan dark. Sementara dramanya makin lama makin menusuk dan membuat situasi menjadi lebih pelik dari yang Anda harapkan. Gabungan ketiganya rupanya menjadikan Russian Doll menjadi sebuah serial yang sangat adiktif.

Seperti judulnya, episode-episode awal 'Russian Doll' digunakan untuk membangun karakter-karakternya. Terutama bagaimana Nadia mengontrol hidupnya. Kemudian kita diajak masuk semakin dalam ke masa lalu Nadia dan semuanya terasa masuk akal. 'Russian Doll' rupanya menggunakan premis time loop untuk menginvestigasi sisi gelap manusia dengan cara paling entertaining dan ini adalah keputusan paling baik.

'Russian Doll': Mencari Arti Hidup Melalui KematianFoto: Russian Doll (imdb.)



Bagian paling menyenangkan dari 'Russian Doll' adalah Anda tidak akan tahu kemana serial ini akan pergi. Setiap episodenya memberikan rasa yang berbeda. Dan ini adalah sebuah pujian tertinggi mengingat durasinya yang singkat yaitu 30 menit per episode.

Di satu episode Anda bisa tertawa terbahak-bahak dan di episode berikutnya Anda bisa diam dalam kesedihan. Dua episode terakhir Russian Doll adalah contoh bagaimana akting, skrip dan penyutradaraan yang apik membuat semuanya terbayar dengan lunas yang akan membawa Anda ke momen paling emosional. Dan setelah Anda selesai menonton semua episodenya, Anda akan menginginkan roller coaster itu lagi dan lagi dan lagi...

Russian Doll dapat disaksikan di Netflix.
(doc/doc)


Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed