DetikHot

tv-news

Perankan Aksi Laga di Serial HBO Asia 'Grisse', Marthino Lio Percaya Diri

Selasa, 15 Mei 2018 10:25 WIB  ·   Veynindia Esaloni Pardede - detikHOT
Perankan Aksi Laga di Serial HBO Asia Grisse, Marthino Lio Percaya Diri Foto: (hbo)
Jakarta -

Setelah beberapa kali bermain sinetron dan film, kali ini aktor Marthino Lio mencoba memerankan serial action yang berhubungan dengan salah satu sejarah kota di Indonesia.

Lio berperan sebagai Maran yang merupakan salah satu pejuang dalam serial action berjudul 'Grisse' yang akan tayang di HBO Asia melalui platform online, on-air, dan on-demand. DetikHOT pun mendapatkan kesempatan untuk melihat lokasi syuting serial 'Grisse' secara langsung dan mewawancafai beberapa pemain, salah satunya Lio.

"Aku disini berperan sebagai Makan, Maran itu orang yang nasionalis. Sayang banget sama perjuangannya. Dia tipe orang hang saklek, kaku. Ibarat bentuk dia itu kotak. He is very square, dan he is a leader," ujar Lio saat ditemui di Infinite Studios, Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/5).

Jarang terlihat dalam adegan aksi, membuat orang sempat meragukan kemampuannya dalam akting laga. Namun, hal itu dibantahnya dengan percaya diri.

Perankan Aksi Laga di Serial HBO Asia 'Grisse', Marthino Lio Percaya Diri Foto: (hbo)



"Koreonya tidak terlalu sulit. Buat sebagaian orang itu susah. But for me, no. We enjoy it. Jalanin dengan tanpa tekanan, ikhlas aja," tambahnya sambil tertawa.

Tak butuh waktu lama bagi aktris yang juga sempat bermain dalam film 'Eiffel I'm in Love 2' ini untuk mempelajari karakternya. Usut punya usut, pria 28 tahun ini pernah belajar taekwondo di masa kecilnya.

'On the spot sih. Kan emang aku tuh tipe orang yang aktif dan fast learner juga. Dulu aku ikut taekwondo, terus sering ikutan komite juga," timpalnya.

Serial 'Grisse' yang diusung oleh Mike Wulian ini menceritakan sejarah saat masa kolonial Hindia Belanda di pertengahan tahun 1800-an. Sekelompok masyarakat merasa tertindas dan tidak bebas dengan gubernur mereka yang bengis.

Pada akhirnya masyarakat tersebut memberontak dan mengambil kendali markas Belanda bernama Grisse yang kini disebut dengan kota Gresik. Dengan latar belakang dan keyakinan yang berbeda, kemudian mereka bersatu untuk mengubah nasib mereka di masa penjajahan.


(vep/doc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed