Saluran History Angkat Kisah tentang Perbudakan dalam 'Roots'

Saluran History Angkat Kisah tentang Perbudakan dalam 'Roots'

Devy Octafiani - detikHot
Senin, 23 Mei 2016 15:51 WIB
Saluran History Angkat Kisah tentang Perbudakan dalam Roots
Foto: doc.Roots
Jakarta -

Saluran televisi History akan menampilkan serial terbaru berjudul 'Roots' yang mengangkat kisah tentang perbudakan. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber hingga kini Adalebih dari 30 juta budak di dunia saat ini, jumlah tertinggi dalam sejarah umat manusia.

Laki-laki, perempuan maupun anak-anak dijual di industri yang menghasilkan 150 milyar dolar AS ini, di mana mereka dieksploitasi untuk seks dan sebagai buruh. Perbudakan hadir di hampir setiap rantai pasokan dalam setiap industri saat ini termasuk makanan, elektronik, kendaraan, dan manufaktur pakaian.

'Roots' sendiri diadaptasi dari novel karya Alex Haley pada 1976 yang mengisahkan perjalanan sebuah keluarga dan keinginan mereka untuk bertahan hidup sehingga akhirnya mampu melanjutkan warisan mereka setelah mengalami penderitaan panjang. Serial orisinalnya sempat ditayangkan di Amerika Serikat dan seluruh dunia pada 1977.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam serial terbarunya, aktor yang terlibat di antaranya Forest Whitaker, Anna Paquin, Laurence Fishburne, juga aktor pemenang Golden Globe Award dan aktor nominasi Emmy Award, Jonathan Rhys Meyers.

Tak hanya sekedar serial, 'Roots' juga menggandeng sejumlah bintang untuk ikut serta dalam kampanye anti perbudakan yang disebut #BuyOutSlavery. Anda bisa mengunjungi laman Facebook HiSTORY Asia bila ingin mengetahui lebih lanjut tentang kampanye tersebut.

Dijadwalkan 'Roots' akan tayang perdana pada 31 Mei mulai pukul 21.00. Saluran History dapat diakses di Transvision ch 260.

(doc/doc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads