detikHot

tv-news

KPI Larang Stasiun TV Siarkan Host Pria Bergaya Kewanitaan

Rabu, 24 Feb 2016 16:09 WIB Adhie Ichsan - detikHot
Foto: inet.detik.com Foto: inet.detik.com
Jakarta -

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengkritik televisi yang kurang bijak dalam memilih host pria atau talent, yang bergaya kewanitaan dalam program siarannya. KPI pun mengeluarkan surat edaran ke seluruh lembaga penyiaran, Selasa (23/2).


"Berdasarkan hasil pemantauan dan aduan yang kami terima, terdapat program siaran yang masih menampilkan pria yang berperilaku dan berpakaian seperti wanita. Sesungguhnya KPI Pusat telah melarang muatan tersebut melalui beberapa surat edaran yang dikeluarkan," kata KPI dalam pernyataannya.


Ada tujuh kriteria yang terkait isu pelarangan KPI, antara lain; pria yang berpakaian seperti wanita, pria yang memakai riasan (make-up kewanitaan), bahasa tubuh kewanitaan (gaya berjalan, gaya duduk, gerakan tangan, maupun perilaku lainnya), dan gaya bicara kewanitaan. Tiga faktor lainnya adalah siaran yang menampilkan pembenaran atau promosi seorang pria untuk berperilaku kewanitaan, menampilkan sapaan terhadap pria dengan sebutan yang seharusnya diperuntukkan bagi wanita, dan menampilkan istilah dan ungkapan khas yang sering dipergunakan kalangan pria bergaya kewanitaan.


"KPI Pusat menilai hal-hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan penghormatan terhadap norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku dalam masyarakat serta perlindungan anak-anak dan remaja. Siaran dengan muatan demikian dapat mendorong anak untuk belajar dan/atau membenarkan perilaku tidak pantas tersebut sebagai hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari."


Menurut KPI, hal tersebut telah diatur dalam Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 9, Pasal 15 Ayat (1), dan Pasal 37 Ayat (4) huruf a. Selain itu sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 4, lembaga penyiaran juga diarahkan untuk menghormati dan menjunjung tinggi norma dan nilai agama dan budaya bangsa yang multikultural.


"Kami akan melakukan pemantauan intensif kepada seluruh lembaga penyiaran. Sanksi akan kami jatuhkan jika lembaga penyiaran terbukti masih menyiarkan hal-hal di atas."




(ich/mmu)
kpi

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com