Bicara dengan Arwah Jadi Teknik Pengobatan Theresa Caputo

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Rabu, 04 Nov 2015 17:15 WIB
Theresa Caputo, cenayang yang penampilannya tidak 'menyeramkan' (Atmi Ahsani Yusron/detikHOT)
New York -

Banyak orang yang ditemui Theresa Caputo terjebak dalam perasaan bersalah soal meninggalnya anggota keluarga atau orang terkasih mereka. Akibatnya, orang-orang ini bak kehilangan semangat hidup dan enggan menjalani hari-hari dengan bahagia lagi.

Theresa Caputo adalah seorang medium atau dalam Bahasa Indonesia kita bisa menyebutnya cenayang. Sehari-harinya ia bertemu orang-orang dengan permasalahan seperti itu: belum rela melepaskan orang tersayangnya "pergi" lebih dulu dari mereka. Begitulah gambaran setiap episode acara 'Long Island Medium' yang akan tayang mulai Rabu (4/11/2015) malam nanti di stasiun TLC.

Punya kemampuan berkomunikasi dengan arwah sejak kanak-kanak membuat perempuan berkuku panjang itu merasa berkewajiban membantu orang lain. Ia tidak ingin orang-orang tersebut terlalu tenggelam dalam kesedihan sampai-sampai mereka mereka tidak ada lagi gunanya untuk hidup.

"Sebenarnya, mereka yang kau sayangi, yang sudah meninggalkanmu lebih dulu, ingin kau menikmati hidup. Menjalaninya sebaik mungkin dan berbahagia," katanya dalam sebuah sesi konsultasi dengan seorang klien di episode 'Long Island Medium' yang kini sudah memasuki musim kelima.

Proses "membaca" para klien di setiap episode acara ini menjadikan Theresa tidak hanya sekedar perempuan pirang yang bisa bicara dengan orang yang sudah mati. Tetapi disaat yang sama ia juga berubah menjadi motivator yang memberikan semangat untuk keluarga yang ditinggalkan. Mengontak mereka yang sudah meninggal menjadi semacam obat buat perasaan terbebani yang dirasakan keluarga yang masih hidup.

"Proses ini tidak ubahnya seperti pengobatan, bukan tentang hal yang lain," ujar ibu dua anak itu ketika bertemu dengan seorang ibu yang merasa stres karena dua puterinya meninggal dunia. Sampai-sampai dirinya pun merasa ingin segera menyusul agar mereka bisa berkumpul lagi.

"Mereka (arwah puteri sang ibu) ingin agar kau lebih menghargai hidup yang kau miliki saat ini," ujar Theresa memberikan semangat. Sementara sang ibu yang diajaknya bicara tak bisa menahan airmatanya dan terus menangis karena teringat pada kedua puterinya yang sudah lebih dahulu meninggalkannya.

Berbekal buku catatan dan alat perekam jadul, perempuan yang menulis buku 'You Can't Make This Stuff Up' itu berkomunikasi dengan para arwah tanpa proses yang panjang. Seperti dijelaskannya ketika ditemui detikHOT dalam Press Junket Factual Entertainment Show yang digelar oleh Discovery Networks International di sebuah restauran di kawasan Broadway, New York, belum lama ini.

"Tidak ada proses dalam melakukan ini. Semuanya terjadi begitu saja. Saat aku bertemu dengan seseorang yang meminta bantuanku, aku masuk ke dalam ruangan dan tiba-tiba di sana ada sosok wanita yang sudah meninggal. Semuanya terjadi begitu saja seolah berhubungan," bebernya.

Simak keseruan Theresa bicara dengan arwah dan menolong para kliennya di TLC setiap Rabu malam pukul 20:50 WIB lewat acara televisi 'Long Island Medium' musim kelima. Lihat juga bagaimana emosi para klien Theresa Caputo ketika arwah-arwah tersebut bicara lewat seorang medium kepada mereka.

(ron/mmu)