Pelawak Yogya Terjebak Pakem

Pelawak Yogya Terjebak Pakem

- detikHot
Senin, 24 Jan 2005 17:52 WIB
Pelawak Yogya Terjebak Pakem
Yogyakarta - Pelawak asal Yogyakarta dianggap terlalu terperangkap pakem drama atau teater. Itu hasil pengamatan dari Audisi Pelawak TPI di kota Gudeg itu. Tony Tanuwijaya eksekutif produser TPI melihat Yogyakarta sebenarnya memiliki potensi yang bagus untuk pelawak. Hanya sayangnya mereka banyak "terperangkap" dalam pakem drama atau teater. "Banyak prolog yang menyita waktu dan tema yang tidak terkejar dengan durasi waktu yang cukup singkat. Inti cerita tidak langsung dapat ditangkap" ujarnya pada detikhot.Pendapat Tony muncul setelah Audisi Pelawak TPI (API) yang digelar selama 2 hari pada tanggal 23dan 24 Januari 2005 di Yogyakarta. Kota pelajar ini adalah kota tujuan terakhir setelah 4 kota besar lainnya sebagai tempatbBersamaan dengan audisi Kontes Dangdut TPI (KDI) yang terselenggara dari tanggal 21 sampai 25 Januari di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Jogja.Setelah rampung audisi di kota ini bisa dilihat bahwa Yogya adalah kotadengan peserta paling sedikit. Tercatat di kota ini peserta yang ikut hanya berjumlah 88 grup. Bandingkan dengan Surabaya sebagai kota pertama dimana peserta mencapai 200 grup dan meningkat di ibukota dengan angka 432 grup. Di Bandung dan Semarang ajang ini menarik perhatian sebanyak 150 grup yang terdaftar.Acara API memiliki 5 orang juri. Berbeda dengan audisi KDI ataupun yang lainnya, penilaian di API berdasarkan akumulasi 5 kota yang akan diambil 20 besar untuk bersaing menuju grand final. Sehingga bukan tidak mungkin jika Yogya atau kota lain tidak memiliki wakil untuk kotanya.TPI telah menyiapkan acara "percik" yang nantinya akan mengupas jalannya audisi API dari awal hingga selesai di satu kota dan ke kota berikutnya. "Kami masih akan terus mencari bibit-bibit pelawak hingga akan ada regenerasi pelawak kita" ungkap Tony. (tis/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads