'The Big Break' Tak Hanya Sekadar Kompetisi Masak Biasa

'The Big Break' Tak Hanya Sekadar Kompetisi Masak Biasa

Devy Octaviany - detikHot
Jumat, 09 Nov 2012 21:00 WIB
The Big Break Tak Hanya Sekadar Kompetisi Masak Biasa
ist.
Jakarta - Bagi anda penyuka program tayangan di saluran tv kabel, Stasiun TV Asian Food Channel (AFC) memberikan program tayangan baru. Program itu bertajuk The Big Break yang mulai tayang pada 14 November mendatang.

Meski AFC memang sering menampilkan program masak-memasak seperti yang sering ditayangkan sebelumnya, acara The Big Break, menyajikan konten yang berbeda.

Membawa misi perbaikan hidup bagi kalangan muda Asia melalui bidang kuliner, kemasan acara masak ini dibalut dengan kompetisi yang dilakukan oleh para remaja muda kelas menengah ke bawah dari berbagai negara di kawasan Asia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agak mirip tayangan Masterchef memang. Namun, secara keseluruhan, tayangan 'The Big Break' menawarkan lebih dari hanya sekedar kompetisi.

Dipandu oleh dua chef ternama yakni Chef Alan Orreal dari Resorts World Sentosa, Singapura dan Chef Farah Quinn dari Indonesia yang bertindak sebagai juri, The Big Break yang dikemas sebagai acara reality show ini menyajikan kisah nyata mengenai pencapaian mimpi menjadi seorang koki hebat dari remaja-remaja miskin yang dipilih secara acak oleh tim AFC dari enam negara.

"Tujuan dari program ini bukan hanya masak memasak tapi memberikan kesempatan untuk merubah hidup mereka dan masa depan mereka," ujar Farah Quinn saat ditemui di launching program The Big Break di cafe The Immigrant, Plaza Indonesia Jumat (9/11/2012).

Telah terkumpul 12 kandidat dari berbagai negara di Asia yang akan memperebutkan total hadiah beasiswa sebesar SGD 30 ribu untuk mengikuti sekolah memasak di Resorts World Sentosa, Singapura.

Sayangnya, tak ada peserta Indonesia yang diikutsertakan. Kandidat dari enam negara yang terpilih datang dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Korea Selatan, dan Mongolia.

Steven Murphy selaku Senior Programming Manager, stasiun tv AFC mengemukakan, kendala tenggat waktu proses syuting serta keterbatasan bahasa tak memungkinkan ada peserta dari negara Indonesia yang layak ikut dalam kompetisi ini.

"Agak sedih memang, apalagi kita punya juri asal Indonesia, yaitu Chef Farah Quinn," imbuh Steven.

Tayang perdana, setiap Rabu malam pukul 21.00, mulai 14 November nanti, The Big Break musim pertama akan tayang sebanyak 13 episode. Di penghujung acara launching The Big Break, Steven Murphy menghibur, semoga musim kedua The Big Break akan berlanjut, dan Indonesia bisa ikut serta meramaikan reality show masak memasak tersebut.

(doc/fkh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads