Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja, menyatakan pihaknya telah menegur lima stasiun televisi swasta nasional terkait tayangan reality show bermasalah. Sebagian besar karena jam penayangan tidak sesuai.
βKami sudah menegur lima stasiun televisi swasta nasional untuk tayangan reality show yang mereka siarkan. Sejauh ini baru dua kali teguran dan sebagian besar televisi mematuhi ketika menerima teguran kami yang pertama,β papar Sasa di sela-sela Rakornas KPI di Solo, Selasa (12/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSebagian besar acara reality show itu berupa rekonstruksi dari kisah nyata yang diperankan oleh aktor. Jadi bukan benar-benar reality show, melainkan rekayasa dari kisah nyata,β jelas Sasa lagi.
Sasa menegaskan KPI akan terus memantau semua acara di televisi untuk menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam menyaksikan paket-paket acara di televisi.
KPI akan melakukan tindakan-tindakan sesuai tahapan yang diatur dalam undang-undang yakni teguran tertulis, denda hingga penghentian sementara tayangan yang dinilai bermasalah jika tiga kali teguran yang diberikan KPI tidak diindahkan.
βTeguran yang dilayangkan sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan. Tapi kalau pelanggaran yang dilakukan cukup fatal, KPI bisa langsung menghentikan tayangan meskipun baru satu kali teguran,β kata Sasa.
(mbr/kee)










































