10 Buku Fiksi yang Rilis di 2014

Hot Top Ten 2014

10 Buku Fiksi yang Rilis di 2014

- detikHot
Jumat, 19 Des 2014 19:17 WIB
10 Buku Fiksi yang Rilis di 2014
Jakarta - Beragam tema terbitan buku di tahun 2014 menambah khazanah dunia penerbitan Tanah Air. Mulai dari peluncuran buku kuliner oleh Laksmi Pamuntjak hingga enam buku N.H Dini yang diterbitkan ulang.

Berikut 10 buku fiksi yang rilis di 2014, seperti dirangkum detikHOT. Di antaranya:

Novel 'Aruna dan Lidahnya'

Setelah novel 'Amba' menjadi buku terpopuler di berbagai toko buku, kini penulis Laksmi Pamuntjak segera meluncurkan karya terbarunya. Diberi judul 'Aruna dan Lidahnya', buku tersebut akan menceritakan mengenai perjalanan, persahabatan, kuliner, dan isu flu unggas.

"Saya meriset dan menuliskannya selama 1,5 tahun. Ini lebih singkat dibandingkan Amba yang dibuat selama 10 tahun," ucap Laksmi di restauran Sribu Rasa, Menteng, Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Diklaim sebagai novel semi-fiksi, 'Aruna dan Lidahnya' menceritakan tentang Aruna Rai, 35 tahun dan berprofesi sebagai epidomiologist atau ahli wabah dengan spesiliasisasi flu unggas. Ia ditugasi untuk menginvestigasi kasus flu unggas ke delapan kota di Indonesia. Kesempatan itu ia manfaatkan untuk mencicipi kekayaan kuliner lokal bersama dua orang karibnya.

'Sesuatu yang Indah' karya Piyu

Lagu 'Sesuatu Yang Indah' merupakan salah satu lagu paling hits dari band Padi. Kini, 'Sesuatu Yang Indah' kembali dirilis oleh Piyu namun dalam bentuk novel.

Saat ditemui di acara peluncuran bukunya itu di Gramedia Matraman, Jakarta Timur, Minggu, (23/11/2014), Piyu pun mengungkapkan alasan kenapa ia mengadaptasi lagunya itu menjadi sebuah novel.

"Pertama, saya ingin menulis buku ini agar pendengar lagu ini imajinasinya nggak kemana-mana. Jadi imajinasinya adalah seperti yang saya imajinasikan adalah seperti ini," ujar Piyu.

'Gelombang' karya Dewi Lestari

Di bulan Oktober, Dewi Lestari kembali merilis karya terbarunya yang berjudul 'Gelombang'. Dee akan mengisahkan tentang satu tokoh utama sebagai sentral plot yakni bocah lelaki keturanan Batak bernama Alfa Sagala. Kelahiran Alfa ditandai dengan kunjungan Dee ke kampung halaman orang tuanya di desa Balige pada 2013 lalu.

Dalam kunjungan itu, ia menyisihkan waktu beberapa hari untuk melakukan riset pemantapan karakter lelaki Batak yang akan diangkatnya. Berangkat dari hasil riset, Dee kemudian memulai proses penulisan Gelombang Juni dan selesai awal September 2014. Pengambilan seorang lelaki keturunan Batak sebagai tokoh sentral dalam Gelombang telah ia tetapkan sebelum memulai proses penulisan serial Supernova pada 2001.

'Rahvayana: Aku Lala Padamu' karya Sujiwo Tejo'

Buku ke-11 karya Sujiwo Tejo yang sudah ada di toko buku sejak Juni lalu itu kini menjadi salah satu yang terlaris di Indonesia. Unntuk kesekian kalinya, pria kelahiran Jember ini menceritakan kisah percintaan Rahwana dan Sinta. Mengapa?

"Isi kepala Rahwana itu ada 10, sama seperti saya. Setiap kepalanya isinya cinta," ungkapnya sambil tertawa saat berbincang dengan detikHOT di Rollingstone Cafe, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

'Bandar' karya Zaky Yamani

Nama Zaky Yamani barangkali masih agak asing di telinga publik sastra Indonesia. Namun, lewat novel perdananya yang memikat berjudul 'Bandar', ia langsung berhasil mencuri perhatian dan siap menjadi primadona baru dalam khasanah penulisan novel di Tanah Air.

'Bandar' menampilkan sebuah keluarga turun-temurun yang diwakili oleh 3 tokoh utama ibu (Dewi)- anak (Gopar)- cucu (Parlan). Sang ibu yang telah melewati perjalanan hidup penuh luka dan airmata, mewariskan sesuatu yang tak biasa kepada anaknya. Yakni, bisnis ganja.

Novel 'Haji Backapacker'

Kisah 'Haji Backpacker' yang menggambarkan sebuah pengembaraan seorang pemuda dalam mencari cinta dan perjalanan spiritual hingga melintasi sembilan negara, kini telah rilis dalam bentuk novel. Karya tersebut ditulis oleh Aguk Irawan MN.

Novel ini terinspirasi dari film 'Haji Backpacker' yang rencananya akan rilis pada Oktober 2014. "Novel ini merupakan hasil kolaborasi gagasan antara Aguk Irawan dengan Danial Rifki (sutradara)," ujar sang editor novel, Didik L Hariri.

'Bulan Terbelah di Langit Amerika'

Novel “Bulan Terbelah di Langit Amerika” karya Hanum Rais dan Rangga Almahendra yang dirilis sejak Juni 2014 dan akan difilmkan itu kembali mendapat penghargaan. Kali ini dari Goodreads Indonesia dalam kategori Buku dan Penulis Fiksi Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia (API) 2014.

'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' karya Eka Kurniawan

Setelah menunggu 10 tahun, akhirnya Eka Kurniawan merilis novel terbarunya yang berjudul 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas'.

'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' sendiri secara resmi telah meluncur ke pasaran mulai 19 Mei 2014 lalu. Senada dengan judulnya yang unik, novel ini menampilkan desain sampul yang juga menggelitik. Seekor burung yang lucu nan cantik, seperti sedang tidur, dengan bulu-bulunya yang warna-warni, di atas latar warna mera muda yang mencolok mata. Kata-kata yang menjadi judul novelnya "menyebar" di atas burung itu.

Enam Buku Nh. Dini Diterbitkan Ulang

PT. Pustaka Jaya terbitkan ulang enam buku karya Nh. Dini. Peresmian penerbitan ulang ini dilakukan di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin di Taman Ismail Marzuki, Jumat (28/2/2014)

Penerbit Pustaka Jaya pimpinan Ajip Rosidi mengatakan memang peduli pada buku-buku karya sastra klasik Indonesia, seperti Nh.Dini.

"Dini sudah menjadi sastrawan wanita Indonesia yang terkemuka, dan karyanya jadi klasik dan harus dibaca semua orang. Maka juga harus tersedia. Tetap harus dibaca meski mungkin sudah tak sesuai dengan zaman misalnya, meski juga mungkin susah dibacanya," kaya Ajip kepada detikHOT.

Buku Harian 'r.i.s.a.r.a'

Baru saja rilis hari ini, buku 'r.i.s.a.r.a' akan menjadi buku semi-fiksi yang fenomenal di akhir tahun. Dua artis cantik Sara Wijayanto dan Risa Saraswati memiliki kemampuan melihat hantu sejak kecil. Mereka pun menuangkan kisahnya berteman dengan makhluk halus dalam buku 'r.i.s.a.r.a'.

Meski berbau horror, buku 'r.i.s.a.r.a' juga diramu dengan nuansa lucu dan romantis. Tentu saja hal itu, berasal dari kisah para hantu yang menjadi sahabat Risa dan Sara. Penasaran seperti apa bukunya? Tunggu saja di toko-toko buku ibukota dan sekitarnya dalam waktu dekat.

Halaman 2 dari 11
(tia/tia)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads