Yuk, Belajar Mendengar!
Senin, 02 Mei 2005 10:12 WIB
Jakarta - Mendengar kadang bisa jadi kegiatan yang membosankan. Tapi di sisi lain mendengar juga bisa bikin kamu banyak teman dan dapat gebetan baru. Yuk belajar mendengar!1. Pertahankan kontak mataTatap terus lawan bicara, sehingga dia merasa kamu tertarik pada apa yang dibicarakannya. Kontak mata ini penting banget, bete juga kan kalau teman yang kamu ajak bicara matanya jelalatan terus. Serasa nggak diperhatiin gitu! Apalagi kalau lawan bicara kamu cantik atau ganteng, hmmm kalau ini sih nggak perlu disuruh udah mantengin terus yah. Awas jangan sampai bengong!2. Jangan suka memaksakan pendapatTerimalah pandangan, opini dan nilai-nilai lawan bicaramu. Walaupun hal itu berbeda dengan pandangan, opini dan nilai-nilai yang kamu miliki. Jangan buat dia merasa dikritik. Nggak semua orang bisa dikritik. Kenali lawan bicara kamu sebelum melemparkan kritik padanya. Lagian kalau dia lagi berapi-api jangan langsung dikriktik. Tunggu saat yang tepat baru lemparkan kritik kamu disaat dia sudah tenang. 3. Body language itu penting!Tunjukkan bahasa tubuh yang membuat lawan bicara merasa kamu merhatiin dia. Walaupun itu cuma ngangguk, menggeleng atau bahkan cuma bilang iya. Kalau kamu sudah nonton "Bridget Jones Diary 2" kamu pasti inget kata-kata si Bridget kalau manusia lebih banyak berkomunikasi lewat bahasa tubuh. Apalagi buat kamu yang pemalu bahasa tubuh bisa banget ngebantu kamu. Tapi jangan berlebihan ya nanti malah malu-maluin. Misalnya kebanyakan kedip-kedip ntar disangka sakit mata lho!4. Jangan terlalu pasifRajin-rajin bertanya, jangan sampai lawan bicaramu menganggap kamu tak acuh dengan masalahnya. Bertanya juga menunjukan kamu mendengarkan dengan jelas perkataan teman kamu. Tapi usahakan jangan menanyakan masalah-masalah yang sensitif, nanti teman kamu malah tersinggung. 5. Hentikan hal yang mengganggu pembicaraanMatikan "mainanmu", seperti handphone dan benda-benda yang sekiranya bisa mengganggu fokus kalian jika kamu dalam pembicaraan serius. Tapi jika pembicaraan kamu ringan dan kamu juga tengah menunggu telepon penting, nggak apa-apa juga kamu menerima telepon. Tapi sebelumnya permisi dulu ya sama teman yang sedang kamu ajak bicara. 6. Hindari memberikan nasihat kecuali bila dimintaSeseorang yang punya masalah biasanya jarang meminta nasihat. Mereka biasanya cuma butuh "telinga" yang bisa mendengarkan masalah mereka. Dalam keadaan kalut orang juga tak terlalu senang jika dinasihati. Biasanya mereka sudah tahu apa yang mereka harus lakukan, mereka hanya perlu mengeluarkan uneg-uneg saja. Tapi jika diminta, kamu boleh juga memberikan nasihat versi kamu tapi jangan memaksa ya!7. Jangan menganalisaPerbuatan ini cenderung akan membuat lawan bicaramu merasa kamu lebih tahu daripada dia tentang masalah yang dia punya. Hal ini akan membuat dia merasa terintimidasi. Dengarkan saja dengan santai tanpa membuat asumsi apa-apa. Jika tidak diminta, simpan saja analisa kamu untuk diri kamu sendiri. 8. Simpan rahasiaDilarang keras menyebarkan masalah yang dimiliki lawan bicaramu kepada orang lain. Bisa-bisa orang lain nggak akan percaya sama kamu lagi. Nggak mau kan punya predikat.. embeeerr!9.Jangan mengiterupsiDemam DPR memang suka bikin orang interupsi. Tapi untuk curhat berduaan, selalu berikan kesempatan bagi lawan bicara untuk menyelesaikan kalimat dan ceritanya. Baru setelah itu kamu berikan sedikit opinimu. Nggak enak kan kalau ngomong disela terus. (fta/)










































