Satu Karya Seni Fenomenal Christo Butuh 20 sampai 40 Tahun Pembuatan

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 02 Jun 2020 13:43 WIB
LONDON, ENGLAND - JUNE 18:  Artist Christo unveils his first UK outdoor work, a 20m high installation on Serpentine Lake, with accompanying exhibition at The Serpentine Gallery on June 18, 2018 in London, England.  (Photo by Tim P. Whitby/Tim P. Whitby/Getty Images for Serpentine Galleries)
Foto: Tim P. Whitby/Getty Images for S/Tim P. Whitby
Jakarta -

Kabar duka seniman asal Bulgaria Christo Vladimirov membuat kaget para pencinta seni dunia. Karya-karya instalasi performatif ciptaannya mampu menciptakan mind blowing.

Satu karya seni membutuhkan waktu puluhan tahun lamanya. Christo yang memulai berbagai proyek seni ketika mendiang istrinya Jeanne-Claude masih hidup itu menceritakan proses kreatifnya.

Lahir di Bulgaria, Christo mengungsi selama PD kedua dan dididik di bawah rezim komunisme. Ia melarikan ke Wina pada 1956, dua tahun berikutnya ia menjadi seorang seniman dan muncul dengan karya pertama.

Pada 1971, Christo dan istrinya punya ide membuat 'Berlin Reichstag' sepanjang 100.000 meter persegi yang terbuat dari kain. Butuh 90 pendaki profesional dan 120 pekerja untuk menciptakan karya selama lebih dari dua dekade.

LONDON, ENGLAND - JUNE 18:  Artist Christo unveils his first UK outdoor work, a 20m high installation on Serpentine Lake, with accompanying exhibition at The Serpentine Gallery on June 18, 2018 in London, England.  (Photo by Tim P. Whitby/Tim P. Whitby/Getty Images for Serpentine Galleries)LONDON, ENGLAND - JUNE 18: Artist Christo unveils his first UK outdoor work, a 20m high installation on Serpentine Lake, with accompanying exhibition at The Serpentine Gallery on June 18, 2018 in London, England. (Photo by Tim P. Whitby/Tim P. Whitby/Getty Images for Serpentine Galleries) Foto: Tim P. Whitby/Getty Images for S/Tim P. Whitby



"Saya mewujudkannya selama 24 tahun, ada rangkaian panjang diskusi dan debat untuk menciptakannya. Semua proyek seni saya kerjakan dengan dana sendiri," katanya dilansir dari berbagai sumber.

Salah satu karya instalasi fenomenal lainnya yang rilis tahun 2016 lebih lama lagi, yakni 40 tahun lamanya. Karya 'The Floating Piers' yang menghasilkan julukan 'seniman berjalan di atas air' itu kian melambungkan namanya.

Ide dan proses riset dijalankan sejak empat dekade yang lalu. Tapi Christo menyelesaikan selama 22 bulan.

Danau Iseo, Italia, yang dipilih sebagai lokasi bagi proyek fenomenal tersebut. Selama dua minggu, danau bisa dilintasi manusia sepanjang 1,8 mil.



Jembatan terapung itu dibuat tahan air, noda, berwarna kuning menyala, dan tertutup 100.000 meter persegi kain. Jembatannya akan membentang dari daratan Italia menuju dua pulau kecil, Monte Isola dan San Paolo. Harga karyanya mencapai sekitar Rp 224 miliar.

"Tujuan utama karya saya untuk memikat penonton. Apa yang mustahil bisa menjadi kenyataan pada akhirnya dan itu seperti sihir," pungkasnya.



Simak Video "Kemdikbud Gelar Catatan Sejarah Peradaban Seni di Masa Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)